Dua Mahasiswa Ini Tawarkan Narkoba lewat Instagram

Kompas.com - 09/03/2020, 17:22 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Budi Sartono merilis kasus peredaran narkoba yang dilakukan dua mahasiwa, Senin (9/3/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Budi Sartono merilis kasus peredaran narkoba yang dilakukan dua mahasiwa, Senin (9/3/2020)
|

JAKARTA,KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budi Sartono mengatakan, dua pengedar narkoba yang juga berstatus mahasiswa aktif, diketahui memasarkan barang dagangannya lewat akun Instagram.

Dalam kasus ini, MH dan MN memasarkan narkoba jenis ganja dan sabu lewat akun Instagram pribadinya. Hal tersebut dikatakan Kapolres saat ditemui di kantornya, Senin (9/3/2020).

"Pakai akun dia (tersangka) sendiri jualnya, inisial akunnya M. Dia jualnya disamarkan seakan akan menjual tembakau," kata dia Kapolres.

Baca juga: Otodidak, Dua Mahasiswa Belajar Racik Narkoba dari Youtube

Tidak hanya itu, kedua tersangka juga meracik barang haram tersebut di indekos yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Mereka membeli bahan racikan tersebut juga melalui media sosial.

Saat ini polisi masih mengejar pemilik akun media sosial tempat kedua tersangka  membeli bahan baku narkoba.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi mengamankan dua orang tersangka bernama Z dan TI. Keduanya hanya berstatus pengguna.

"Tersangka satu Z ditangkap di Cipete dengan barang bukti sebesar 2,6 gram sabu. Tersangka dua TI kita amakan di jalan abu cipete juga, dapat barang bukti 19 gram," kata Budi.

Baca juga: Dua Mahasiswa Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi

Dari hasil  keterangan dua tersangka, polisi pun melacak keberadaan dua pengedar, yakni MH dan MU.

Polisi lantas menangkap keduanya di rumah kost kawasan Cipete dengan beberapa barang bukti narkotika.

"Kita amankan 62 bungkus klip pink didiuga tembakau sintetis dan di cek lab ternyata narkotika golongan satu. Barang itu sudah dibungkus pink dan siap jual," terang Budi.

Mereka pun mendapat untung yang beragam dari penjualan tersebut.

"Per paket 100 gram dijual Rp 1.000.000, Rp 2.000.000, per 200 gram Rp. 3.000.000, Rp 4000.000,  per 500 gram Rp 6.000.000, Rp 7.000.000," ucap dia.

Keempat tersangka dijerat Pasal 114 Subsider Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X