Kompas.com - 11/03/2020, 18:22 WIB


BEKASI, KOMPAS.com - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ada 9 pasien dalam pengawasan dan 21 orang dalam pemantauan terkait virus corona di Bekasi pada Januari hingga 10 Maret 2020.

Kabid Pegendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dezy Syukrawati, menyebutkan, dari 9 pasien dalam pengawasan, ada 6 orang yang sudah tak lagi diawasi oleh pihak rumah sakit.

Sementara, dari 21 orang yang dipantau, sudah ada 16 orang yang selesai dipantau.

Baca juga: 2 Pasien yang Sembuh dari Corona di RSPI Tak Punya Penyakit Bawaan

“Jadi itu kan data dari awal Januari hingga 10 Maret. Saat ini pasien yang masih dalam pengawasan itu ada 3 orang dan ada 5 orang dalam pemantauan,” ujar Dezy saat dihubungi, Kamis (11/3/2020).

Dezy mengatakan, rata-rata mereka yang dalam pemantauan dan pengawasan yakni orang yang memiliki riwayat bepergian dari luar negeri.

Apalagi mereka yang memiliki gejala terinfeksi corona, misalnya demam, batuk, dan pilek.

“Ada orang terjangkit (penyakit demam batuk, pilek) saat sampai di Indonesia. Kalau misalnya dia ada posisi dalam keluhan, diliat dulu keluhannya kayak apa. Nanti keluhan seperti apa itu yang menentukan (dia pengawasan atau pemantauan),” ucap dia.

Jika nantinya setelah diperiksa secara kesehatan di rumah sakit keadaannya baik-baik, maka itu disebut orang dalam pemantauan.

Namun, jika gejalanya demam, batuk, pilek dan sesak nafas, maka itu bisa disebut pasien pengawasan Covid-19 seingga harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa statusnya.

“Jika statusnya dinyatakan pengawasan resiko tingkat tinggi maka harus dirujuk ke RSPI, namun kalau hasilnya negatif masuk dalam pemantauan,” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rosilawati mengatakan, pemantauan itu dilakukan di rumah masing-masing tanpa adanya isolasi.

Baca juga: Kabar Baik, Pasien Terinfeksi Corona yang Kini Sembuh Bertambah 2 Orang

“Yang dikatakan karantina bukan ruang khusus. Artinya dalam satu keluarga sudah melakukan perjalanan keluar negeri, maka keluarga yang melakukan perjalanan ke luar negeri tidak boleh melakukan hubungan kontak atau berkomunikasi dengan yang lain. Diharapkan selama 14 hari tidak berinteraksi terlebih dahulu,” kata Tanti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, 10 Tersangka Khilafatul Muslimin Dilimpahkan ke Kejari Bekasi

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, 10 Tersangka Khilafatul Muslimin Dilimpahkan ke Kejari Bekasi

Megapolitan
Masih Sosialisasi, Pengendara yang Terjaring Operasi Zebra Jaya 2022 Tak Ditilang

Masih Sosialisasi, Pengendara yang Terjaring Operasi Zebra Jaya 2022 Tak Ditilang

Megapolitan
Linmas di Tambora Ditembak Orang Beratribut Ojol, Polisi: Pelaku Bawa Air Softgun

Linmas di Tambora Ditembak Orang Beratribut Ojol, Polisi: Pelaku Bawa Air Softgun

Megapolitan
Pelanggaran Berulang di JLNT Casablanca hingga Timbulkan Korban...

Pelanggaran Berulang di JLNT Casablanca hingga Timbulkan Korban...

Megapolitan
Kakorlantas: Polisi Juga Enggak Mau Dituding Tempatnya Pungli

Kakorlantas: Polisi Juga Enggak Mau Dituding Tempatnya Pungli

Megapolitan
Kala Bima Arya dan Anies Baswedan Saling Lempar Pujian...

Kala Bima Arya dan Anies Baswedan Saling Lempar Pujian...

Megapolitan
Baim Wong dan Paula Datangi Polsek Kebayoran Lama Usai Buat Konten 'Prank' Laporan KDRT

Baim Wong dan Paula Datangi Polsek Kebayoran Lama Usai Buat Konten "Prank" Laporan KDRT

Megapolitan
Ketua IPW: Baim Wong Rendahkan Hukum, Kenakan Pidana Laporan Palsu

Ketua IPW: Baim Wong Rendahkan Hukum, Kenakan Pidana Laporan Palsu

Megapolitan
Berenang di Situ Pakeling Depok, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Berenang di Situ Pakeling Depok, Seorang Remaja Tewas Tenggelam

Megapolitan
Pengendara Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus Terjaring Operasi Zebra 2022

Pengendara Tak Pakai Helm hingga Lawan Arus Terjaring Operasi Zebra 2022

Megapolitan
Aksi Simpati Suporter Bola Jabodetabek atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, dari Tabur Bunga hingga Kosongkan Tribun

Aksi Simpati Suporter Bola Jabodetabek atas Tragedi Stadion Kanjuruhan, dari Tabur Bunga hingga Kosongkan Tribun

Megapolitan
Empat Pemuda Ditangkap di Bekasi Saat Sedang Konvoi Sambil Bawa 10 Senjata

Empat Pemuda Ditangkap di Bekasi Saat Sedang Konvoi Sambil Bawa 10 Senjata

Megapolitan
Ada Operasi Zebra di Tangsel pada 3–16 Oktober 2022, Ini Pelanggaran yang Disasar

Ada Operasi Zebra di Tangsel pada 3–16 Oktober 2022, Ini Pelanggaran yang Disasar

Megapolitan
Ini 3 Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Barat

Ini 3 Lokasi Operasi Zebra 2022 di Jakarta Barat

Megapolitan
Kakorlantas Polri: Pungli Itu Enggak Boleh, Jangan Pakai 'Nyuap-nyuap'

Kakorlantas Polri: Pungli Itu Enggak Boleh, Jangan Pakai "Nyuap-nyuap"

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.