Sebelum Dilaporkan, Dedy Susanto Lebih Dulu Buat Laporan Terkait Unggahan Revina VT

Kompas.com - 12/03/2020, 11:27 WIB
Revina VT Saat ditemui di Gadung Trans Media, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.com/IRA GITARevina VT Saat ditemui di Gadung Trans Media, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dedy Susanto, pria yang mengaku sebagai doktor psikologi ternyata sudah membuat laporan terkait unggahan selebgram Revina VT ke Polda Metro Jaya.

Hal itu diketahui dari postingan akun Instagram @lambe_turah yang menunjukkan foto bukti terima laporan dari Polda Metro Jaya yang bertanggal 21 Februari 2020.

Meski sejumlah informasi dalam laporan tersebut disensor, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan bahwa Dedy telah melapor ke Polda.

"Iya betul (Dedy buat laporan di Polda)," kata Dedy saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Doktor Psikologi Dedy Susanto Dilaporkan ke Polisi

Dedy melaporkan terkait dugaan pelanggaran pada Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 dan atau Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Sejumlah pasal itu merujuk pada dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik atau manipulasi data elektronik.

Dalam gambar itu tak terlihat siapa yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut. Namun, Yusri menyampaikan bahwa laporan Dedy merujuk pada unggahan Revina pada 12 Februari 2020.

"Iya berkaitan dengan unggahan R di instagramnya," ucap Yusri.

Baca juga: Viral Dedy Susanto, Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Saat ini polisi masih dalam proses penyelidikan terhadap kasus tersebut. Undangan klarifikasi terhadap pelapor dan terlapor juga masih direncanakan.

Sebelumnya, Dedy diketahui dilaporkan Revina melalui kuasa hukumnya yakni Muhammad Fadu Aziz atas dugaan tindak pidana tenaga kesehatan.

Laporan terhadap Dedy itu terdaftar dalam nomor LP/1246/II/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 24 Februari 2020.

Pasal yang disangkakan dalam laporan itu adalah Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Nama Dedy Susanto mencuat setelah selebgram dan pembawa acara Revina VT mengulik informasi lebih dalam tentang pria yang memiliki gelar doktor psikologi itu.

Dedy merupakan doktor psikolog yang kerap melakukan terapi dan seminar dalam forum besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Ziarah Dilarang Mulai 12-16 Mei 2021, TPU Selapajang di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Ini Jam Operasional Transportasi Umum di Jakarta pada 12-16 Mei 2021

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Pasar Tanah Abang Ditutup Seminggu, Anies: Kan Pedagang Juga Lebaran

Megapolitan
Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Takbir Keliling Dilarang, Akan Ada Filterisasi di Sudirman-Thamrin Mulai 18.00 WIB

Megapolitan
Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Masjid Agung Al-Ittihad di Kota Tangerang, Pernah Jadi Penjara Tapol Jepang

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjut 19 Mei, Akan Hadirkan Saksi Meringankan dan Saksi Ahli

Megapolitan
Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Mau Mudik Lewat Depok, 824 Kendaraan Diputar Balik Polisi

Megapolitan
Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Stok Pangan di Tangsel Aman Jelang Lebaran meski Harga Naik

Megapolitan
1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

1,2 Juta Warga Tinggalkan Jakarta, Polda Metro Jaya Siapkan Swab Antigen Mobile untuk Arus Balik

Megapolitan
Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Terserang Stroke, Seorang Ibu di Cilandak Teriak Minta Tolong Selam 3 Jam

Megapolitan
Gara-gara Kasus Dugaan Pengeroyokan TNI-Polri, Obama Cafe Ditutup

Gara-gara Kasus Dugaan Pengeroyokan TNI-Polri, Obama Cafe Ditutup

Megapolitan
John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X