Cerita WNI Pulang dari Negara Terjangkit Corona Lalu Periksakan Diri di RSUD Pasar Minggu

Kompas.com - 16/03/2020, 14:25 WIB
Antrean pemeriksaan Covid-19 di RSUD Pasar Minggu, Senin (16/3/2020) Dok. IstimewaAntrean pemeriksaan Covid-19 di RSUD Pasar Minggu, Senin (16/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, setidaknya sudah ada 117 kasus Covid-19 di Indonesia. Angka ini bergerak begitu cepat sejak pertama kali Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Saat ini ada 132 rumah sakit rujukan yang disebutkan bisa melayani penyakit akibat virus corona ini.

Angka itu seolah-olah menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi pandemi corona ini. Ditambah lagi ungkapan-ungkapan pemerintah soal memperketat pintu masuk Indonesia

Namun, bagaimanakah kenyataannya di lapangan?

Kompas.com mewawancarai seorang warga negara Indonesia yang baru saja pulang dari Malaysia, salah satu negara terjangkit.

Baca juga: Virus Corona Menyebar dari Tabligh Akbar, Malaysia Umumkan 190 Kasus Baru

Narasumber yang selanjutnya disebut sebagai A mengaku baru pulang dari Malaysia melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (14/3/2020) lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya pulang tanggal 14. Namun, tanggal 12-nya sempat flu ringan tapi enggak demam. Setelah saya pulih, teman saya demam tapi enggak flu," kata A saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Kondisi kesehatan A dan tiga orang temannya tidak begitu buruk. Bahkan, keesoknya sudah pulih. Akhirnya mereka berempat pulang ke Indonesia sesuai jadwal pada Sabtu.

Saat di bandara Malaysia, A mengaku tidak menjalani pemeriksaan sama sekali. Mereka bisa melenggang masuk ke pesawat dan terbang ke Indonesia.

Setiba di bandara Soekarno Hatta, A dan teman-temannya diperiksa lewat thermal scanner. Mereka kemudian diminta mengisi dua buah formulir berwarna kuning yang salah satunya diberikan kepada petugas.

"Formulir kuning itu isinya riwayat perjalanan, dari mana, nomor pesawat, nomor kursi berapa," ucap A.

Baca juga: Hari Ini, Prabowo Dijadwalkan Tes Virus Corona di RSPAD

Setelah mengisi formulir tersebut A lantas diperkenankan melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.

Dua hari kemudian, tepatnya hari ini, A berinisiatif memeriksakan dirinya ke rumah sakit karena ada perasaan sedikit was-was setelah mengalami flu dan baru kembali dari negara terjamgkit.

Mulanya menghubungi call center pemerintah dengan nomor 119. Saat itu operator melayani pertanyaan-pertanyaan A dengan cukup baik.

Operator lantas menyarankan A mendatangi salah satu rumah sakit rujukan, yakni RSUD Pasar Minggu dan membawa kartu kuning yang ia dapatkan di bandara.

Akan tetapi, meski masih ada sedikit flu, A mengaku tidak ada opsi penjemputan yang ditawarkan oleh operator call center tersebut.

Di RSUD Pasar Minggu, seorang sekuriti mengecek suhu tubuh A menggunakan thermo gun. Hasil dari thermo gun itu menunjukkan suhu tubuh A 36,5 derajat celcius.

Ia lantas diminta mengisi lembar formulir kecil yang berisikan kolom identitas diri, suhu tubuh, gejala yang dirasakan, serta riwayat perjalanan.

A mencentang gejala flu dan batuk yang memang sedikit masih ia rasakan. Selain itu, pada kolom riwayat perjalanan ia mengisi negara Malysia.

Setelah mengisi formulir, ia diminta mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan.

Baca juga: IDI: Pemerintah Perlu Buka Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19

"Enggak dikasih nomor urut. Antreannya pun aneh, berdasarkan posisi tempat duduk, jadi geser-geser gitu. Ruangan tunggu di lobby utama, bukan ruangan terpisah," ucap A.

Ia menyebutkan sejumlah warga yang mengantre duduk bersebelahan tak berjarak.

Ruang pengecekan pasien khusus antisipasi Covid-19 pun bersebelahan langsung dengan ruangan pengambilan darah pasien umum.

Setelah menunggu beberapa waktu, A masuk ke ruang pemeriksaan tersebut. Di situ ia bertemu dengan tiga orang petugas kesehatan.

"Dicek suhu pakai thermal gun, lalu pakai cek tensi. Terus dikasih formulir yang isinya riwayat perjalanan, kondisi kesehatan, ceklis ceklis gitu, ada pertanyaan kontak langsung dengan orang positif atau tidak," kata A.

Petugas kesehatan itu juga melontarkan sejumlah pertanyaan verbal kepada A mengenai riwayat perjalanannya.

Baca juga: Kemenkes Periksa Lebih dari 1.000 Spesimen Terkait Corona

Namun, ternyata A sama sekali tak mendapatkan pemeriksaan kesehatan di sana. Petugas kesehatan hanya menyarankan dirinya untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.

"Jika lepas dari 14 hari, artinya tidak ada penyakit dan disarankan untuk mengikuti MCU. Tapi enggak ada kewajiban buat MCU itu," ucap A.

Meski menjadi rujukan Covid-19, ternyata RSUD Pasar Minggu tak memiliki fasilitas tes swab untuk pencekan apakah seseorang terkena virus corona.

Petugas kesehatan yang mewawancarai A pun terlihat kurang meyakinkan. Ia selalu menekankan bahwa proses tersebut sesuai dengan protokol dari pemerintah.

Pengalaman-pengalaman hampir serupa tapi tak sama juga santer ditemui di media sosial. Banyak warganet atau netizen yang bercerita mengenai sulitnya mereka mendapatkan pemeriksaan yang ideal terkait Covid-19 di rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Megapolitan
Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Megapolitan
Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Megapolitan
2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Megapolitan
Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Megapolitan
Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Megapolitan
Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Megapolitan
Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Megapolitan
Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.