Waspada Covid-19, RSUD Pasar Rebo Meniadakan Jam Besuk Pasien

Kompas.com - 16/03/2020, 17:34 WIB
RSUD Pasar Rebo, Rabu (12/9/2018) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI RSUD Pasar Rebo, Rabu (12/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus corona atau Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo, Jakarta Timur meniadakan jam kunjung pasien.

Hal ini disampaikan Kepala Humas dan Pemasaran RSUD Pasar Rebo, Unjuk Kita Merda, mengacu pada surat edaran Direktur RSUD Pasar Rebo.

"Jam besuk pasien memang ditiadakan mulai hari ini, Senin (16/3/2020) sampai waktu yang akan ditetapkan selanjutnya. Ini sebagai bentuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19," kata Unjuk sebagaimana dikutip TribunJakarta.com.

Baca juga: Cerita WNI Pulang dari Negara Terjangkit Corona Lalu Periksakan Diri di RSUD Pasar Minggu

Menurut Unjuk, kebijakan ini ambil untuk mengurangi penyebaran virus dari dalam ke luar maupun sebaiknya.

"Jadi untuk keluarga yang berjaga di dalam mau rolling dengan keluarga yang lain, tetap diperbolehkan, tapi tetap dibatasi. Namun untuk kunjungan pasien tidak ada. Karena intinya untuk mengurangi penyebaran dari dalam ke luar," kata Unjuk.

Saat ini, penjagaan ketat juga sudah diberlakukan di pintu masuk RSUD Pasar Rebo. Pengecakan suhu tubuh dengan termo scan dilakukan pada akses masuk RSUD Pasar Rebo.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Waspada Covid-19, RSUD Pasar Rebo Meniadakan Jam Besuk Pasien.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X