[POPULER JABODETABEK] Tak Siapnya RS Rujukan Pemerintah untuk Periksa Covid-19 | Anies Turuti Instruksi Jokowi

Kompas.com - 17/03/2020, 08:24 WIB
Pemandangan RSUD Pasar Minggu di Jalan TB Simatupang, arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kamis (26/1/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusPemandangan RSUD Pasar Minggu di Jalan TB Simatupang, arah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kamis (26/1/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidaksiapan rumah sakit rujukan pemerintah di DKI Jakarta bagi warga yang hendak memeriksa Covid-19 menjadi sorotan utama pembaca Megapolitasn Kompas.com sepanjang Senin (16/3/2020).

Salah satu rumah sakit yang terlihat kewalahan menangani membludaknya pasien suspect corona adalah RSUD Pasar Minggu.

Ruang isolasi rumah sakit ini terisi penuh pasien. Beberapa pasien ada yang tak kebagian kasur sehingga terpaksa dirawat dengan kursi roda dan ada pula yang tidur di lantai.

Baca juga: Update Virus Corona di Indonesia 16 Maret: 134 Terinfeksi , 8 Sembuh, 5 Meninggal

Kondisi itu mengkhawatirkan karena masih banyak pasien suspect yang belum diketahui mereka positif atau negatif virus corona.

Jarak yang dekat bisa menularkan virus tersebut ke pasien yang sebenarnya negatif corona.

Selain kondisi rumah sakit rujukan pemerintah yang tak layak, hal lain yang menjadi sorotan pembaca adalah soal kebijakan Anies yang membatasi jam operasional transportasi publik, hingga kesaksian tiga pasien yang sembuh total dari virus ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut rangkuman empat berita populer Megapolitan Kompas.com:

1. Ruang isolasi RSUD Pasar Minggu yang penuh pasien

Kekhawatiran akan paparan virus corona tak hanya terjadi di ruang-ruang publik. Di kamar isolasi rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintahan pun, kekhawatiran itu tetap ada.

Bahkan, ancamannya nyata di depan mata. Hal ini terlihat dari kondisi ruang isolasi RSUD Pasar Minggu pada Minggu (15/3/2020) malam yang penuh dengan pasien suspect virus corona.

Lantaran membeludaknya pasien, satu ruangan isolasi berukuran 3x4 meter bisa diisi sampai enam orang.

Baca juga: Cerita WNI Pulang dari Negara Terjangkit Corona Lalu Periksakan Diri di RSUD Pasar Minggu

Jarak dua meter yang disebut sebagai jarak aman untuk mencegah penyebaran virus corona pun tak berlaku di ruangan ini.

Bahkan, ada beberapa pasien yang akhirnya memakai kursi roda dan tidur di lantai tanpa mendapatkan kasur.

Ini tentu bukan kondisi ideal sebuah ruang isolasi.

Lebih parahnya lagi, malam itu beberapa pasien suspect belum menjalani tes swab untuk memastikan mereka positif atau negatif virus corona.

Baca juga: Kasus Positif Corona Bertambah, Peningkatan Terbanyak di Jakarta

Sebagai rumah sakit rujukan, rumah sakit ini ternyata juga belum memiliki alat untuk tes swab.

"Katanya baru akan datang Senin ini. Jadi belum tes swab," ucap A.

A pun khawatir dirinya akan benar-benar terpapar virus corona dengan kondisi ruang isolasi yang penuh sesak.

Alhasil, A dan sejumlah pasien lain meminta untuk pulang dan mengisolasi diri di rumah saja. Namun, permintaan ini ditolak rumah sakit.

"Alasannya belum dites swab. Padahal, alatnya belum ada juga," ucap A.

Baca selengkapnya di sini.

Konferensi pers Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar di Pendopo, Balai Kota, Senin (16/3/2020)Dokumentasi Istimewa Konferensi pers Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dan Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar di Pendopo, Balai Kota, Senin (16/3/2020)

2. Anies batalkan pembatasan operasional MRT, LRT, dan Transjakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk tetap menyediakan layanan transportasi umum di tengah wabah virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19.

Anies mengembalikan jam operasional Transjakarta, mass rapid transit (MRT) Jakarta, dan light rail transit (LRT) Jakarta seperti sedia kala mulai Selasa (17/3/2020).

Jam operasional tiga transportasi umum itu dibatasi dari pukul 05.00 sampai 18.00 WIB pada Senin (16/3/2020) ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Kisah Pengguna Transjakarta dan MRT Tembus Penumpukan Penumpang Imbas Pembatasan Operasional Transportasi Publik

"Sesuai arahan Bapak Presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan melalui akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, Senin.

Meskipun jam operasional Transjakarta, MRT, dan LRT kembali normal, Anies mengurangi jumlah penumpang di tiga moda transportasi umum itu.
Tujuannya agar penumpang di dalam tiga moda itu memiliki jarak satu sama lain.

Baca selengkapnya di sini.

Ketiga pasien sembuh dari virus corona memberikan pernyataannya di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020)Kompas TV Ketiga pasien sembuh dari virus corona memberikan pernyataannya di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020)

3. Pasien 01, 02, dan 03 sembuh total

Tiga pasien yang sempat terjangkit virus corona dipastikan benar-benar sembuh total dari virus itu. Pasien 01, pasien 02, dan pasien 03 ini pun sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Namun, sebelum pulang dari rumah sakit, ketiga pasien mendapat "oleh-oleh" berupa jamu racikan Presiden Joko Widodo.

"Ini ada bekal untuk pasien 01, pasien 02, dan pasien 03 yang kini sudah sehat. Bapak Presiden memberikan jamu racikan Bapak Presiden sendiri," ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Fokus Tangani Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tak Terima Pasien Umum yang Rawat Inap

Terawan menuturkan, jamu racikan Presiden Jokowi itu diharapkan bisa dikonsumsi ketiganya agar menguatkan daya tahan tubuh dan imunitas.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, selama masa perawatan, ketiga pasien telah bekerja sama dengan baik.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Pasien 01 Terus Menangis Selama Diisolasi karena Identitasnya Terbongkar

Pemerintah pun berterima kasih kepada ketiga pasien ini.

Baca selengkapnya di sini.

4. Pasien 01 minta pasien corona tak dihakimi publik

Beberapa pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan sudah dinyatakan sembuh.

Dua di antaranya merupakan Pasien 01 dan 02, yang merupakan ibu dan anak yang berdomisili di Depok.

Pasien 01 meminta masyarakat untuk memberi dukungan moral kepada pasien positif Covid-19 karena itulah yang mereka butuhkan agar cepat sembuh.

Baca juga: Selain Pasien 01, Pasien 03 Juga Dinyatakan Sembuh dari Covid-19 dan Bisa Pulang

Ia menyayangkan beberapa pemberitaan dan komentar segelintir orang yang terkesan menyudutkan pasien positif Covid-19.

"Saya mau mengimbau masyarakat dan media yang ada di luar untuk mendukung pasien di rumah sakit. Dukung secara moral karena penyebaran informasi yang tidak akurat yang dilakukan berbagai pihak tidak bertanggungjawab sangat mengganggu psikis kami di dalam," ujar Pasien 01 dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (16/3/2020).

Pasien 01 pun mengaku merasa tertekan dengan pemberitaan negatif mengenai dirinya dan ibunya, sejak identitasnya keluar sebagai orang pertama yang positif Covid-19 di Indonesia.

Bahkan, ia mengaku terus menangis selama diisolasi di rumah sakit.
Banyak pasien lain juga takut identitasnya akan terbongkar dan diketahui oleh publik.

Baca selengkapnya di sini.

Area Stasiun Bogor, Jawa Barat sempat membeludak pada Senin (16/3/2020) pagi ini di saat kampanye social distancing tengah gencar-gencarnya. Antrean panjang timbul disebabkan oleh prosedur pengecekan suhu tubuh calon penumpang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).Dok. Pribadi Area Stasiun Bogor, Jawa Barat sempat membeludak pada Senin (16/3/2020) pagi ini di saat kampanye social distancing tengah gencar-gencarnya. Antrean panjang timbul disebabkan oleh prosedur pengecekan suhu tubuh calon penumpang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

5. Warga mengamuk ada anteran panjang di Stasiun Bogor

Calon penumpang kereta rel listrik (KRL) di area Stasiun Bogor, Jawa Barat, membeludak, Senin (16/3/2020) pagi ini, saat kampanye social distancing tengah gencar-gencarnya.

Antrean panjang timbul karena ada prosedur pengecekan suhu tubuh calon penumpang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

"Utamakan keselamatan bersama. Ini (antrean) untuk cek suhu tubuh. Mohon maaf jika ada antrean di Stasiun Bogor," ujar Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba kepada Kompas.com, Senin pagi.

Baca juga: Terjadi Penumpukan di Halte Transjakarta, Social Distancing Sulit Diterapkan

Salah satu penumpang KRL dari Stasiun Bogor, Afratya, membenarkan bahwa antrean itu terjadi karena pengecekan suhu tubuh. Pagi itu, beberapa calon penumpang yang tergesa-gesa jadi naik pitam.

"Orang-orang pada ngamuk gitu, beberapa mengumpat karena jadi macet. Mungkin beberapa enggak paham bahwa pengecekan suhu tubuh ini penting. Yang mereka tahu bikin ribet, jadi pada ngoceh," ujar Afratya kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Ia menambahkan, lantaran berpotensi ricuh, pengecekan suhu tubuh kemudian dilonggarkan.

Baca selengkapnya di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Korban Tak Melapor, Polisi Mestinya Tetap Selidiki Kasus Remaja Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang

Meski Korban Tak Melapor, Polisi Mestinya Tetap Selidiki Kasus Remaja Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang

Megapolitan
Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Megapolitan
Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Megapolitan
Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Megapolitan
Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Megapolitan
Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Megapolitan
Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Megapolitan
Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Megapolitan
Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.