WNA India Ditemukan Meninggal di Bekasi, Polisi Selidiki Kemungkinan Terkena Corona

Kompas.com - 17/03/2020, 14:01 WIB
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan dalam jumpa pers soal pembegalan di Mapolsek Tambun, Senin (27/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan dalam jumpa pers soal pembegalan di Mapolsek Tambun, Senin (27/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com- Warga Negara Asing (WNA) asing asal India berinisial PR ditemukan meninggal dunia di mess perusahaan di Jalan Hos Cokroaminoto, Kalijaya, Cikarang Barat, Bekasi, Sabtu (14/3/2020).

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan telah mengonfirmasi peristiwa penemuan jenazah WNA itu.

“Iya ditemukan aja Sabtu lalu. Belum diotopsi meninggal karena apa,” ucap Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/3020).

Menurut data yang dikonfirmasi oleh Hendra, PR ditemukan oleh temannya tergeletak di atas kasurnya.

Baca juga: Pemkot Tunjuk RSUD Kota Bekasi Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Temannya yang kala itu melihat keadaan PR pun lantas langsung melaporkannya ke pimpinan perusahaan yang diteruskan ke Polsek Cikarang Barat.

“Setelah itu jenazah dibawa ke RSUD dan melakukan pendalaman riwayat perjalanan ke luar negeri serta riwayat kesehatan oleh tim dokter jenazah,” kata Hendra.

Ia mengatakan, PR baru saja melakukan perjalanan dari Malaysia. PR ke Malaysia pada tanggal 10 Febuari dan pulang ke Indonesia sekitar tanggal 14 Februari 2020.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Alun-alun Bekasi Ditutup

Jenazah PR diperiksa untuk mencari tahu apakah terpapar virus corona. Hendra mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium terkait status pemeriksaan Covid-19.

“Iya belum ada hasil laboratorium yang menyatakan dia corona atau enggak, masih menunggu,” ujar dia.

Untuk sementara, Hendra dinyatakan meninggal disebabkan gangguan pernafasan.

“Keterangan sementara dari hasil visum luar oleh tim dokter menerangkan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ada gejala gangguan pernafasan pada tenggorokan korban yang ditunjukkan dengan perubahan fisiologis dari beberapa bagian tubuh korban. Untuk pemeriksaan Covid-19 masih dalam pengecekan,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X