Data Pasien Covid-19 yang Disampaikan Gubernur Banten Berasal dari Pemerintah Pusat

Kompas.com - 17/03/2020, 16:01 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINGubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu (11/3/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan penjelasan terkait penyataan sebelumnya yang menyebutkan salah satu dari lima orang positif corona ( Covid-19) merupakan warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, meninggal dunia.

Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herawan mengatakan, penyebutan jumlah pasien covid-19 yang diumumkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim berdasarkan data yang diterima dari Pemerintah Pusat.

Pasien tersebut merupakan kasus 35 yang telah diumumkan meninggal oleh pemerintah pusat pada Jumat (13/3/2020), lalu.

"Pasien yang meninggal itu, data dengan pusat itu sama dengan kita. Jadi kota tidak menambah-nambah informasi sendiri. Pasien yang diistilahkan oleh pusat, pasien yang meninggal itu adalah pasien nomor (kasus) 35," kata Amal saat dihubungi, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Kasus 02: Warga Depok Please Jangan Panik

Menurut Amal, penyampaian pengumuman tersebut bukan merupakan kasus baru, melainkan hanya mengulang untuk memetakan sebaran virus corona di wilayah Banten.

"Agar masyarakat juga tenang dan bisa mengantisipasi. Sehingga tidak terlalu banyak ngumpul mengunjungi keramaian. Makanya kita mengonfirmasikan ketika ada setiap suspect atau kejadian kepada media," katanya.

Amal menjelaskan, namun biasanya data yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Daerah itu setelah disampaikan lebih awal mengenai kondisi pasien secara terkini.

"Biasanya pusat kan selalu menyebutkan pasien nomor sekian sembuh, dipulangkan atau meninggal dan itu baru diserahkan ke daerah masing-masing. Jadi bukan mised ya, artinya Pak Gub beranggapan karena baru mendapatkannya kemarin sore," ucapnya.

Baca juga: Ironisnya Pelayanan di RS Rujukan untuk Pasien Covid-19...

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menyebutkan sebanyak lima warganya telah positif terjangkit virus corona atau covid-19 dalam beberapa waktu terkahir.

Hal tersebut dikatakan dalam video yang diunggah melalui akun resmi Youtube dan Instagram @wh_wahidin halim pada Senin (16/3/2020).

Dari lima pasien tersebut diantaranya, lima warga Banten tersebut dua diantaranya berasal dari Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Sementara dua orang lainnya tinggal di Kecamatan Curug, Serang dan Ciledug, Kota Tangerang.

Baca juga: Jam Operasional Transjakarta, MRT, LRT Kembali Normal, tapi Penumpang Dibatasi

Sedangkan satu orang tinggal di Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan meninggal dunia pada Senin (16/3/2020) kemarin.

"Dari lima orang itu yang positif terkena virus corona satu orang dari Pondok Aren tadi sore (Senin) telah meninggal dunia," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X