Tersangka Perdagangan Orang di Tangerang Janjikan Gaji Rp 1 Juta pada Korban

Kompas.com - 18/03/2020, 19:59 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto memegang barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat konferensi pers di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (12/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto memegang barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat konferensi pers di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (12/2/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Tersangka BE (39), otak komplotan perdagangan orang di Kota Tangerang, merekrut calon korban dengan iming-iming pekerjaan asisten rumah tangga dengan gaji cukup tinggi.

"Dijanjikan gaji Rp 1.050.000 dan jika bersedia disetubuhi korban menerima upah 1.000.000," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto saat konferensi pers di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (18/3/2020).

Namun, sebelum dipekerjakan untuk dikirim ke Batam, korban diminta meneken tanda tangan utang sebesar Rp 6.500.000 dengan jaminan KTP dan ponsel.

Baca juga: Kunjungan ke Lapas Pemuda Kota Tangerang Distop Sementara

"Dari satu calon tenaga kerja, BE mendapatkan komisi Rp 3.000.000 dan mengambil Rp 500.000, sisanya dibagi ke tersangka lainnya," kata dia.

Sugeng mengatakan, dari pengakuan tersangka, aksi perdagangan orang tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan sudah memberangkatkan sebanyak 36 orang ke Batam.

"Sejak bulan Januari 2020, sudah ada 16 korban yang diberangkatkan," kata dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap empat tersangka kasus dugaan perdagangan orang.

Sugeng Hariyanto mengatakan, keempat tersangka berhasil diringkus pada Minggu (15/3/2020) lalu di dua tempat berbeda.

"Pelaku berhasil ditangkap di sebuah kontrakan wilayah Cikokol Kota Tangerang dan Kecamatan Pinang," ujar dia.

Sugeng menjelaskan, keempat pelaku dengan inisial BE (39), RY (29), DH (21) dan D (37) memiliki peranan beragam.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

Megapolitan
Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Megapolitan
Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Megapolitan
Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong di Kota Tangerang Diringkus Polisi

3 Pembobol Rumah Kosong di Kota Tangerang Diringkus Polisi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Jumlah Pemohon yang Dilayani Satpas SIM Dibatasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Jumlah Pemohon yang Dilayani Satpas SIM Dibatasi

Megapolitan
Wacana Lockdown Jakarta di Tengah Lonjakan Covid-19, Apa Konsekuensinya?

Wacana Lockdown Jakarta di Tengah Lonjakan Covid-19, Apa Konsekuensinya?

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Keberadaan Para Preman yang Lakukan Pungli di Pondok Aren

Pedagang Keluhkan Keberadaan Para Preman yang Lakukan Pungli di Pondok Aren

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan di Pelintasan Senen, Diduga Tertabrak Kereta

Jenazah Perempuan Ditemukan di Pelintasan Senen, Diduga Tertabrak Kereta

Megapolitan
Diteror hingga Diancam Pinjol gara-gara Nomor Kontak Dijadikan Penjamin oleh Teman

Diteror hingga Diancam Pinjol gara-gara Nomor Kontak Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
6 Kantor di Jakarta Pusat Laporkan Karyawannya Terpapar Covid-19

6 Kantor di Jakarta Pusat Laporkan Karyawannya Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X