Ismed Sofyan Dilaporkan Istrinya atas Dugaan KDRT

Kompas.com - 18/03/2020, 19:59 WIB
Bek Persija Jakarta, Ismed Sofyan merayakan golnya ke gawang Borneo FC pada leg kedua semifinal Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 di Stadion Segiri, Samarinda, 6 Juli 2019. Dok.Persija JakartaBek Persija Jakarta, Ismed Sofyan merayakan golnya ke gawang Borneo FC pada leg kedua semifinal Kratingdaeng Piala Indonesia 2018 di Stadion Segiri, Samarinda, 6 Juli 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepakbola Indonesia, Ismed Sofyan dilaporkan ke polisi atas dugaan penelantaran dan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT).

Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya oleh istri Ismed, Cut Rita yang terdaftar dalam nomor laporan LP/1482/III/YAN.2.5./2020/SPKT PMJ, tanggal 4 Maret 2020.

Rita mengatakan, dirinya melaporkan sang suami karena selama ini tak memberikan nafkah sebagai suami.

"Ini saya laporkan soal penelantaran dan KDRT karena dia (Ismed) enggak bertanggung jawab sebagai suami," kata Rita kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Rita mengungkapkan, Ismed telah meninggalkan rumah sejak tahun 2017. Ismed telah dua kali mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Depok pada tahun 2018 dan 2019.

Pengajuan gugatan cerai pada tahun 2018 dinyatakan gugur oleh Pengadilan Agama Depok.

Gugatan cerai kedua pun dikabulkan, namun belum dinyatakan berkekuatan hukum tetap. Alasannya, Ismed belum membayar uang perjanjian.

"(Alasan gugatan belum inkrah) karena beliau tidak memenuhi syarat-syarat kewajiban saya atau dalam Islam harus bayar uang iddah mut'ah, beliau enggak mau memberi," ujar Rita.

Perihal KDRT, Rita mengaku kerap dipukul selama menjadi istri Ismed. Namun, selama ini dia belum pernah melakukan visum.

"Dulu dia (Ismed) suka memukul saya, tapi saya enggak pernah visum," ungkap Rita.

Pasal yang disangkakan dalam laporan itu adalah Pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.

Kompas.com masih mencoba meminta konfirmasi Ismed soal tuduhan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X