Cegah Corona, Polisi Imbau Jangan Ada Organ Tunggal dalam Hajatan

Kompas.com - 19/03/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi: Pertunjukan organ tunggal mulai menggeser pertunjukan tarling di kawasan Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat. KOMPAS/RINI KUSTIASIHIlustrasi: Pertunjukan organ tunggal mulai menggeser pertunjukan tarling di kawasan Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat.

TANGERANG, KOMPAS.com - Polres Metro Tangerang Kota mengimbau masyarakat yang hendak menggelar hajatan pernikahan dan acara lainnya agar tidak menggunakan organ tunggal atau acara musik.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, imbauan tersebut bertujuan untuk meminimalisir kontak langsung di keramaian sekaligus menghindari terjangkir Covid-19.

"Kemarin kami ambil keputusan hajatan kemudian ada panggung hiburan organ tunggal dipending dulu kemudian hajatan tetap (berlangsung)," ujar dia saat konferensi pers di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Dilema Pesta Adat Pernikahan Batak di Tengah Merebaknya Virus Corona

Kapolres mengatakan, keputusan tersebut memang bisa dibilang keputusan yang sulit untuk dibuat dalam Forkopimda Kota Tangerang.

Pasalnya, keramaian saat hajatan memang sulit untuk dilarang karena berdampak pada kepentingan masyarakat itu sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita agak sedikit dilema misalnya kegiatan yangsidatnya hajatan dan ini kasihan masyarakat," kata dia.

Untuk itu, lanjut Sugeng, keramaian yang sifatnya hajatan di tengah masyarakat tetap dilaksanakan dengan syarat penyelenggara hajatan memberikan dfasilitas kebersihan seperti hand sanitizer.

"Kami berikan imbauan semacam memfasilitasi kebersihan cuci tangan dan untuk mengurangi salaman di antara tamu dan punya hajat," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Pemkot Bekasi Ungkap Penyebab Meninpisnya BOR di RSUD

Megapolitan
Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Update 23 Juni: 35.705 Pasien Covid-19 di Jakarta Dirawat, 4.693 Kasus Baru

Megapolitan
Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Hasil Asesmen, Anji Segera Keluar Tahanan untuk Rehabilitasi

Megapolitan
Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Amankan Pria Positif Covid-19 yang Mengamuk di RSUD Pasar Minggu, 2 Satpam Tertular

Megapolitan
Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Pemkot Tangerang Minta Perkantoran Patuhi Skema WFH dan WFO

Megapolitan
Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Sasar 25.000 Warga, Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Dilanjutkan Juli 2021

Megapolitan
Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Video Pria Positif Covid-19 Mengamuk Minta Dirawat di RSUD Pasar Minggu Viral di Medsos

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Tangsel Tersisa 4 Unit

Megapolitan
Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Kepala Dinas Pertamanan DKI Bantah Jenazah Pasien Covid-19 Mulai Diangkut Pakai Truk

Megapolitan
Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Megapolitan
Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Megapolitan
Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Megapolitan
77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

Megapolitan
PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X