Kompas.com - 19/03/2020, 21:47 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di Pemkot Bekasi, Rabu (26/2/2020).


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi menutup sementara tempat hiburan selama dua pekan ke depan.

Adapun tempat hiburan yang dimaksud ditutup itu yakni kelab malam, cafe, panti pijat, karaoke, musik pop, pub, billiard, sauna, arena bermain anak, tempat wisata, dan balai pertemuan.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan surat edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 400/27/HUKHAM tanggal 13 Maret 2020 serta surat edaran Wali Kota Bekasi tanggal 14 Maret 2020 perihal peningkatan kewaspadaan dan kesiagaan menghadapi covid-19 dan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda).

Baca juga: Wacanakan Pembatasan Warga Bekasi ke Jakarta untuk Cegah Covid-19, Wali Kota: Demi Kemanusiaan

“Terrhitung mulai tanggal mulai Jumat, 20 Maret besok hingga 31 Maret 2020 menutup sementara tempat hiburan saudara beserta semua kegiatannya,” ucap Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendy melalui surat edarannya, Kamis (19/3/2020).

Pepen, sapaan akrab Rachmat Effendy mengatakan, adanya penutupan sementara tempat hiburan tersebut telah diberitahukan ke pengelola.

Ia berharap pengelola menyampaikan ke karyawannnya demi pencegahan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Memberikan pemahaman ke seluruh karyawan di lingkungan usaha saudara untuk melaksanakan peraturan dan mengambil langkah terkait pencegahan dan kewaspadaan,” kata Pepen.

Ia mengatakan, tim khusus bernama war-war yang juga akan diterjunkan untuk mensosialisasikan penutupan tempat hiburan tersebut.

Pepen mengatakan, penutupan ini dilakukan sementara hingga situasi kembali aman.

“Penutupannya dilakukan sampai keadaan dan kondisi aman. Yang tim war-war itu nanti tidak berhubungan langsung, dia pakai mic menyampaikan surat edarannya kalau masih ada orang orang yang melakukan, sekarang orang hajatan aja tidak boleh. Maka kita kurangi (social distance), kita terus lakukan sosialisasi,” tutur dia.

Baca juga: Soal Pembatasan Warga Bekasi Ke Jakarta, Pemkot Tunggu Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat

Adapun di Bekasi ada 9 kasus positif covid-19.

Selain itu, ada 45 orang yang saat ini dalam pemantauan (ODP).

Kemudian, ada 21 pasien yang saat ini dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Wahana Indoor di TMII Masih Ditutup

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata, Petugas TMII Keliling Ingatkan Pengunjung Terapkan Prokes

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Simak Aturan Lengkapnya

Megapolitan
Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Mulai Rabu Ini, Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Taman Impian Jaya Ancol

Megapolitan
Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Wali Kota Bekasi: Kasus Aktif 0,03 Persen, Angka Kematian Pasien Covid-19 Enggak Ada

Megapolitan
Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Calon Kades di Tangerang Diduga Gelapkan 2 Mobil Rental, Terungkap Setelah Kalah Pilkades

Megapolitan
Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Jakarta, Jumlah Pengunjung TMII Meningkat

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Jakarta PPKM Level 2, Polisi Bahas Penerapan Ganjil Genap di 25 Lokasi

Megapolitan
Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Merasa Difitnah soal Pemecatan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Megapolitan
Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Anies Izinkan Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masuk Tempat Wisata Didampingi Orangtua

Megapolitan
Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Vaksin Pfizer dan Moderna di Depok Hampir Kedaluwarsa, Pemkot Jemput Bola Vaksinasi

Megapolitan
Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Polisi Sebut Volume Kendaraan di Jakarta Meningkat hingga 40 Persen

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Ini Sektor yang Dapat Kelonggaran

Megapolitan
6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

6.796 Nakes di Tangsel Belum Dapat Jatah Vaksin Booster

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.