Pembangunan Infrastruktur di DKI Tetap Berjalan meski Corona Mewabah

Kompas.com - 21/03/2020, 12:42 WIB
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/2/2020). KOMPAS.com/NURSITA SARIKepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Merebaknya virus Corona ( Covid-19) di DKI Jakarta, membuat berbagai aktivitas harus ditunda atau dihentikan.

Namun, tidak dengan pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, seluruh pekerjaan seperti pembangunan underpass, jalan layang, maupun trotoar masih berjalan sesuai rencana dan akan selesai sesuai target.

Meski tetap berjalan, Hari memastikan segala pengawasan terhadap para pekerja lebih ditingkatkan.

Baca juga: Pandemi Virus Corona, Jubir Presiden Minta Kritik Negatif Dihentikan

"Untuk proyek sementara tetep jalan. Tapi dengan SOP yang ketat," ucap Hari saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2020).

Ia menuturkan, ada sejumlah proyek yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga yaitu tiga jalan layang (fly over), satu underpass, main hole utilitas, pengerjaan perbaikan jalan, dan revitalisasi trotoar.

Sebelum bekerja, seluruh pekerja proyek harus melakukan tes suhu badan. Sementara kontraktor atau perusahaan kontruksi yang melaksanakan pengerjaan proyek wajib menyediakan sejumlah alat pelindung kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

"Mulai masuk kerja (perkerja proyek) di tes suhunya, pakai sarung tangan, dan (hand sanitizer) cuci tangan disiapkan sebelum dan sesudah makan," tutunya.

Baca juga: Fakta Seputar DPRD Tunda Pemilihan Wagub DKI karena Virus Corona

Hingga saat ini, menurut dia, seluruh pekerja proyek masih dalam keadaan sehat dan belum ada yang melaporkan keluhan gejala corona.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat mulai menerapkan sistem kerja di rumah atau work from home (WFH) untuk mencegah penularan virus Corona.

Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyerukan seluruh pelaku dunia usaha dan perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah mulai Senin (23/3/2020) pekan depan.

Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 6 tahun 2020.

"Ini statusnya seruan tapi menegaskan bahwa seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan, menutup fasilitas operasional, dan tidak melakukan kegiatan perkantoran tapi melakukan kegiatan di rumah," tuturnya.

Bagi perusahaan yang tidak dapat menerapkan aturan work from home, Anies meminta mereka untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja dan waktu operasional pekerjaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Muncul Rencana PSI Interpelasi Anies soal Banjir, Apa Maknanya?

Megapolitan
UPDATE 25 Februari: Ada 40 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya 7.145

UPDATE 25 Februari: Ada 40 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, Totalnya 7.145

Megapolitan
Musnahkan 3.140 Botol Miras, Wali Kota Tangerang: Peredaran Miras di Kota Tangerang Ilegal

Musnahkan 3.140 Botol Miras, Wali Kota Tangerang: Peredaran Miras di Kota Tangerang Ilegal

Megapolitan
Komplotan Pengedar Narkoba yang Ditangkap Hendak Edarkan Sabu Asal Malaysia di Lombok

Komplotan Pengedar Narkoba yang Ditangkap Hendak Edarkan Sabu Asal Malaysia di Lombok

Megapolitan
Mayat Perempuan Dalam Plastik Sampah di Bogor Teridentifikasi, Korban adalah Pelajar SMA

Mayat Perempuan Dalam Plastik Sampah di Bogor Teridentifikasi, Korban adalah Pelajar SMA

Megapolitan
Terdampak Banjir Kabupaten Bekasi, 2 Jalur KA antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Selesai Diperbaiki

Terdampak Banjir Kabupaten Bekasi, 2 Jalur KA antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Selesai Diperbaiki

Megapolitan
Berkaca dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Kasatpol PP DKI Minta Warga Laporkan Pelanggaran Prokes

Berkaca dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Kasatpol PP DKI Minta Warga Laporkan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Iming-imingi Uang Rp 500.000, WNA Cabuli Remaja hingga 4 Kali

Iming-imingi Uang Rp 500.000, WNA Cabuli Remaja hingga 4 Kali

Megapolitan
12.000 Lansia di Mampang Prapatan Akan Divaksinasi, Puskesmas Tunggu Vaksin Covid-19 dari Kemenkes

12.000 Lansia di Mampang Prapatan Akan Divaksinasi, Puskesmas Tunggu Vaksin Covid-19 dari Kemenkes

Megapolitan
BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

Megapolitan
PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Wakil Ketua Fraksi Demokrat: Saya Pribadi Tak Setuju

PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Wakil Ketua Fraksi Demokrat: Saya Pribadi Tak Setuju

Megapolitan
PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Fraksi PDI-P Sebut Mending Evaluasi Teknis bersama SKPD

PSI Ingin Interpelasi Anies soal Banjir, Fraksi PDI-P Sebut Mending Evaluasi Teknis bersama SKPD

Megapolitan
Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda

Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda

Megapolitan
Bela Anies, Fraksi PKS Nilai Interpelasi yang Diajukan PSI Hanya Pencitraan

Bela Anies, Fraksi PKS Nilai Interpelasi yang Diajukan PSI Hanya Pencitraan

Megapolitan
Fraksi PSI Cari 'Teman' untuk Interpelasi Anies soal Banjir Jakarta

Fraksi PSI Cari "Teman" untuk Interpelasi Anies soal Banjir Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X