Pasien Dalam Pengawasan Terkait Covid-19 di Bekasi Meninggal Dunia

Kompas.com - 23/03/2020, 10:17 WIB
Ilustrasi virus corona (COVID-19). KemenkesIlustrasi virus corona (COVID-19).

BEKASI, KOMPAS.com - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait covid-19 di Bekasi meninggal dunia pada Minggu (22/3/2020).

Pasien usia 31 tahun tersebut meninggal dunia setelah sempat dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Mitra Pratama Jatiasih.

Juru Bicara Pemkot Bekasi terkait covid-19, Victor Yudistira, mengonfirmasi hal tersebut.

“Iya betul (ada pasien PDP yang meninggal),” ucap Victor melalui pesan singkat, Minggu kemarin.

Baca juga: Jokowi Ucap Belasungkawa atas Meninggalnya Tenaga Medis akibat Covid-19

Berdasarkan data yang dikonfirmasi Victor, pasien tersebut sempat dirawat di rumah sakit sejak 17 Maret 2020.

Pasien mengeluhkan sesak nafas dan suhu badan yang tinggi. Ia kemudian dimasukkan ke ruang khusus ICU Isolasi.

Namun, kondisi pasien tidak kunjung membaik dan pada 20 Maret dilakukan swab oleh petugas Dinkes Kota Bekasi.

Hasil swab pasien itu, apakah dia positif atau negatif covid-19, hingga kini belum diketahui.

Sementara itu kondisi pasien memburuk dan direncanakan akan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.

Namun, belum sempat dirujuk, pasien meninggal dunia pada Minggu pagi kemarin.

Siangnya, jenazahnya dimakamkan tim khusus di TPU Jatisari. Pemakaman itu dikawal ketat oleh Dinkes Kota Bekasi dan pihak kecamatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Ratusan Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakut Jalani Rapid Test

Megapolitan
UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

UPDATE Grafik 7 Juli di Depok: Tambah 13 Kasus, 21 Pasien Sembuh

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Hujan Siang dan Sore Nanti

Megapolitan
Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Pengunjung Top One Diminta Sembunyi Saat Digerebek, Dikunci di Ruangan Gelap dan Pengap

Megapolitan
PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

PPDB Jakarta Tahap Akhir Sisakan 2.512 Kursi di 115 SMA Negeri, Ini Daftarnya

Megapolitan
JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

JPO GBK Dirusak Aksi Vandalisme

Megapolitan
Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Ojek Online Diizinkan Bawa Penumpang di Kota Bekasi Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Politisi PAN Sebut Reklamasi Ancol Bisa Tambah Pendapatan Daerah

Megapolitan
PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

PSBB Transisi, Anak Berusia di Bawah 5 Tahun dan Lansia Dilarang Nonton di Bioskop DKI

Megapolitan
Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Update 7 Juli: 7 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Berjumlah 507

Megapolitan
PLN UID Banten Buka 12 Posko Aduan Pelanggan, Ini Hotline Tiap Daerah

PLN UID Banten Buka 12 Posko Aduan Pelanggan, Ini Hotline Tiap Daerah

Megapolitan
Wali Kota Rahmat Effendi Klaim Kota Bekasi Sudah Zona Hijau

Wali Kota Rahmat Effendi Klaim Kota Bekasi Sudah Zona Hijau

Megapolitan
Bioskop Seluruh Indonesia Serentak Beroperasi 29 Juli 2020

Bioskop Seluruh Indonesia Serentak Beroperasi 29 Juli 2020

Megapolitan
5 Pengajar Positif Covid-19, Penghuni Pesantren di Tangerang Jalani Isolasi Mandiri

5 Pengajar Positif Covid-19, Penghuni Pesantren di Tangerang Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Warga Sebut Kawasan Lubang Buaya Rawan Maling Motor dan Tawuran

Warga Sebut Kawasan Lubang Buaya Rawan Maling Motor dan Tawuran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X