Otoritas Bandara Soekarno-Hatta: Regulasi Tanggap Darurat untuk Kru Pesawat Sudah Ada

Kompas.com - 24/03/2020, 12:02 WIB
Presiden Joko Widodo saat mengecek tempat pemeriksaan penumpang kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPresiden Joko Widodo saat mengecek tempat pemeriksaan penumpang kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Otoritas Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, menyatakan bahwa sudah ada regulasi terkait penanganan darurat seperti saat ada wabah covid-19 untuk para kru pesawat di bandara itu.

Pernyataan itu terkait dengan peristiwa meninggalnya seorang pilot Lion Air yang baru saja pulang dari Malaysia. Pilot itu diduga terpapar virus corona baru yang menyebabkan penyakit covid-19. Namun hasil pemeriksaan untuk memastikan dugaan itu belum keluar.

"Sudah ada (aturan tanggap darurat untuk kru pesawat)," kata Kepala Kantor Otoritas Wilayah 1 Bandara Soekarno-Hatta, Herson, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3.2020).

Menurut dia, dalam regulasi tersebut diatur bahwa penanganan kru dan segala dinamikanya merupakan tanggung jawab maskapai.

Baca juga: Bagasi di Penerbangan Internasional Soekarno-Hatta Disemprot Disinfektan

"Tapi kalau memang sudah terindikasi (terinfeksi kena virus corona) dan lainnya, itu KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," kata dia.

Herson juga mengatakan, Kementerian Perhubungan sudah memberikan regulasi terkait penanganan kru pesawat. Ia mengatakan, kejadian darurat seperti kru pesawat meninggal dalam penerbangan sudah sering terjadi.

"Ini hal yang sudah biasa, itu penanganan sudah ada semua, baik itu dari KKP, semua sudah ada langkah-langkah," kata dia.

Herson mengatakan, kru yang meninggal bukan hanya terjadi saat ada wabah covid-19 seperti saat ini. Beberapa bulan sebelumnya ada peristiwa kru meninggal di atas pesawat.

"Tiba-tiba copilot yang menjalankan. Tapi ini kan enggak di-publish. Tapi karena itu sudah ada SOP mereka tinggal lakukan. Kalau kita lihat dari tahun kemarin ada beberapa kru yang meninggal. Itu SOP sudah disiapkan, Mas," kata dia.

Sebelumnya, Lion Air membenarkan ada seorang pilotnya meninggal dunia dan memiliki riwayat bepergian ke Malaysia.

Corporate Communcation Strategic Lion Air Danang Mandala mengatakan, pilot bernama Capt. Sutopo Putro tersebut meninggal dunia di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang.

"Lion Air menerima konfirmasi bahwa Capt. Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 waktu setempat pada Minggu oleh dokter tim medis," kata Danang dalam keterangan tertulis, Senin kemarin.

Namun sampai Senin malam, Lion Air belum menerima informasi pasti terkait penyebab meninggalnya Capt. Sutopo Putro, apakah terkait dengan covid-19 atau tidak.

Danang juga menjelaskan, berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan terakhir Sutopo pada 4 Maret 2020. Hasilnya, Sutopo dinyatakan sehat dan laik terbang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Pedagang Sebut Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Bisa Kurangi Sampah di Jakarta

Megapolitan
KPAI Sebut Penggunaan Akreditasi Sekolah Asal Bisa Rugikan Lulusan Sekolah Negeri

KPAI Sebut Penggunaan Akreditasi Sekolah Asal Bisa Rugikan Lulusan Sekolah Negeri

Megapolitan
Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Dilakukan di Rumah Penjagalan

Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Dilakukan di Rumah Penjagalan

Megapolitan
Dinkes Klaim Tren Kasus Covid-19 di Tangsel Melandai

Dinkes Klaim Tren Kasus Covid-19 di Tangsel Melandai

Megapolitan
Tiga Anggota TNI Ditangkap Terkait Penusukan Serda Saputra, Ditemukan Pistol dan Badik

Tiga Anggota TNI Ditangkap Terkait Penusukan Serda Saputra, Ditemukan Pistol dan Badik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X