Kompas.com - 24/03/2020, 12:58 WIB
Ilustrasi virus corona (COVID-19). KemenkesIlustrasi virus corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif covid-19 di Jakarta tercatat 377 orang pada Selasa (24/3/2020) ini pukul 08.00 WIB.

Pasien yang terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu bertambah 21 orang dibandingkan data per Senin kemarin pukul 18.00 WIB. Kemarin masih tercatat sebanyak 356 pasien.

Jumlah pasien positif covid-19 tersebut bisa dilihat di situs web corona.jakarta.go.id.

Berdasarkan peta sebaran alamat pasien di situs web tersebut, para pasien positif covid-19 tersebar di lima wilayah Jakarta.

Baca juga: Cegah Wabah Covid-19, Puluhan Anggota PPSU dan PNS Pemkot Jaksel Jalani Tes Kesehatan

Dari 377 pasien itu, 32 orang dinyatakan telah meninggal. Angka kematian ini juga bertambah dibandingkan data pada Senin kemarin yang menunjukkan 31 pasien meninggal dunia.

Pasien yang sembuh sebanyak 23 orang, bertambah dibandingkan data kemarin yang menyatakan 22 pasien telah sembuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Situs itu juga menyebutkan, dari para pasien positif itu, sebanyak 225 orang dirawat di rumah sakit rujukan dan 97 pasien menjalani isolasi mandiri.

Selain para pasien positif covid-19, ada juga pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Total PDP di Jakarta sejak 21 Januari sebanyak 765 orang. Dari jumlah tersebut, 267 pasien sudah dinyatakan sehat atau negatif, sementara 498 pasien masih dirawat.

Sementara ODP di Jakarta total 1.612 orang. Dari jumlah itu, 1.178 selesai dipantau dan 434 masih dalam proses pemantauan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Megapolitan
Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Megapolitan
Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Megapolitan
Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X