Pemprov DKI Terima Bantuan 42.000 Masker dari DPW PKS

Kompas.com - 24/03/2020, 22:27 WIB
Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo saat memberikan 42 ribu masker kepada Pemprov DKI, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (42/3/2020) Dokumentasi IstimewaKetua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo saat memberikan 42 ribu masker kepada Pemprov DKI, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (42/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat bantuan 42.000 masker dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPW PKS Syakir Purnomo mengatakan, bantuan masker tersebut untuk diberikan kepada para tenaga medis.

"Kami PKS DKI memberikan bantuan berupa masker sebanyak 21 karton yang masing-masing karton isinya 2.000 pcs dan totalnya 42.000 pcs. Masker ini kami amanatkan melalui Pemprov DKI untuk disampaikan dibagikan kepada rekan-rekan para tenaga medis dan tenaga kesehatan," kata Syakir di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Pedagang Alat Kesehatan Mahal dan Ilegal di Pasar Pramuka Ditangkap Polisi

Menurut dia, bantuan ini diberikan untuk membantu kinerja tenaga medis yang berada di garda depan dalam menghadapi virus Corona ( Covid-19).

"Kami sadar bahwa ini belum seberapa tapi kami berikhtiar maksimal untuk terus berkontribusi bagi kebaikan warga Jakarta. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh PKS ini bisa sedikit membantu Pemprov DKI," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menuturkan, untuk saat ini masker itu hanya untuk para tenaga medis.

Baca juga: UPDATE Data Covid-19 di Jakarta: 424 Orang Positif, 23 Orang Sembuh, 32 Pasien Meninggal

Jika sangat dibutuhkan, maka akan diberikan kepada masyarakat.

"Bisa juga jika ada hal-hal yanh sangat menonjol kita berikan juga ke masyarakat jadi fleksibel," Ucap Saefullah.

Diketahui, pemerintah menyatakan bahwa jumlah pasien yang dinyatakan positif  virus corona dan mengidap Covid-19 terus bertambah.

Hingga Selasa sore ini, total ada 686 kasus Covid-19 di Indonesia. Angka ini bertambah 107 pasien dari data yang dirilis kemarin.

Total ada 30 pasien yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Selain itu, ada 55 pasien yang meninggal dunia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
Ahli: Struktur Bata yang Ditemukan di Proyek DDT Bekasi Diduga Gorong-gorong Peninggalan Belanda

Ahli: Struktur Bata yang Ditemukan di Proyek DDT Bekasi Diduga Gorong-gorong Peninggalan Belanda

Megapolitan
Hasil Rapid Test, Bayi yang Ditelantarkan oleh Ibunya di Palmerah Reaktif

Hasil Rapid Test, Bayi yang Ditelantarkan oleh Ibunya di Palmerah Reaktif

Megapolitan
Stok Plasma Darah Berbagai Golongan Masih Tersedia di RSPAD Gatot Subroto

Stok Plasma Darah Berbagai Golongan Masih Tersedia di RSPAD Gatot Subroto

Megapolitan
Anggap Pradi Wajah Baru di Pilkada Depok meski Petahana, PSI: Selama Ini Semua Dikendalikan Idris

Anggap Pradi Wajah Baru di Pilkada Depok meski Petahana, PSI: Selama Ini Semua Dikendalikan Idris

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X