Kompas.com - 25/03/2020, 15:25 WIB
Petugas menunjukkan kantong darah di unit transfusi darah PMI Indramayu, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). PMI Indramayu menyatakan stok darah menipis karena pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial (Social Distancing) guna mengantisipasi wabah COVID-19. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAPetugas menunjukkan kantong darah di unit transfusi darah PMI Indramayu, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). PMI Indramayu menyatakan stok darah menipis karena pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial (Social Distancing) guna mengantisipasi wabah COVID-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan akan melakukan sistem jemput bola guna mencari masyarakat atau kelompok masyarakat yang mau mendonasikan darahnya.

Hal itu dilakukan lantaran stok darah yang dimiliki PMI mulai menipis.

Sistem jemput bola ini akan dilakukan jika dalam satu minggu ini benar-benar tidak ada yang datang untuk mendonasikan darahnya.

"Kami upayakan kalau minggu ini tidak ada masyarakat untuk penambahan donor, kami akan lakukan jemput bola ke majelis taklim dan lain-lain," kata Humas PMI Jakarta Selatan, Dedet Heryadi, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: Dampak Imbauan Social Distancing, Stok Darah di PMI Jaksel Menipis saat Dibutuhkan Pasien DBD

Tidak hanya melakukan sistem jemput bola, Dedet juga akan gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya mendonasikan darah di saat seperti ini.

"Kami tetap lakulan sosialisasi ke masyarakat. Tapi memang rasa takut di masyarakat masih sangat tinggi, jadi kami belum bisa memaksakan," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dedet menjelaskan, berukurangnya pasokan darah lantaran banyak orang yang enggan melakukan donasi karena imbauan social distancing.

Banyak masyarakat yang enggan keluar rumah demi merendam penyebaran wabah Covid -19.

Baca juga: Sejak Social Distancing Berlaku, Jumlah Donor Merosot di Tengah Peningkatan Kasus DBD

Akhirnya, beberapa golongan darah menjadi langka karena minim yang melakukan donasi.

"Yang pasti masyarakat sulit mendapatkan kebutuhan darah, itu yang paling buruk. Banyak masyarakat yang butuh transfusi dan lain-lain. Sekarang untuk golongan AB sudah sangat sulit," kata dia.

Tidak hanya itu, beberapa pasien DBD di beberapa  rumah sakit harus kesulitan mencari stok darah.

Dia berharap hati masyarakat dapat kembali tergerak untuk mendonasikan darahnya demi kepentingan bersama.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.