Corona Menyebar ke Seluruh Kecamatan, Pemkot Tangsel Naikkan Status KLB Jadi Tanggap Darurat

Kompas.com - 26/03/2020, 15:47 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyayangkan adanya aksi protes yang di lakukan oleh para pelajar Sekolah Ash Shiddiqiyah di depan proyek pembangunan rusunami di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/2/2020).  KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiWakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyayangkan adanya aksi protes yang di lakukan oleh para pelajar Sekolah Ash Shiddiqiyah di depan proyek pembangunan rusunami di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/2/2020). 

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah menaikan status di wilayahnya dari kejadian luar biasa (KLB) menjadi tanggap darurat terkait mewabahnya virus corona.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, kenaikan status tersebut setelah penyebaran virus corona telah merata di seluruh kecamatan wilayah Tangerang Selatan.

"KLB waktu itu kita tetapkan karena penyebaran itu masih pada dua atau tiga kecamatan. Tetapi setelah penyebarannya sudah ada di 7 kecamatan maka kemudian statusnya ditingkatkan menjadi tanggap darurat," ujar Benyamin saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Pembuangan Limbah APD Tenaga Medis di Tangsel Ditangani Perusahaan Pengelola Limbah B3

Nantinya status tanggap darurat diprediksi akan berlangsung hingga bulan April sesuai situasi dan kondisi wabah corona.

"Kalau misalnya akan diperpanjang dan tampak akan diperpanjang itu akan kita perpanjang," kata Benyamin.

Dengan kenaikan status ini, Pemkot Tangsel akan membentuk satuan gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19. Tim tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran penyakit covid-19 yang disebabkan oleh virus corona.

Selain itu, kenaikan status juga berdampak pada prioritas penggunaan anggaran.

"Ya pertama adalah penggunaan anggaran diprioritaskan kegiatan penanggulangan covid ini bisa dilakukan percepatan. Karena SK (surat keterangan) gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19," ucapnya.

Baca juga: Cegah Corona, Wali Kota Tangerang Imbau Pengelola Mal Alihkan Penjualan Lewat Online

Sementara terkait belum adanya peta persebaran kasus covid-19, Benyamin mengaku masih mempertimbangan kecemasan masyarakat.

"Kita kan mempertimbangkan juga tingkat keresahan masyarakat kalau ini kita buat. Kita bisa saja melakukan itu cuma kalau membuat keresahan yang berlanjut ke masyarakat ini yang menjadi pertimbangan kita oleh Pak Dandim dan Pak Kapolres," paparnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan peta persebaran kasus covid tetap akan dibuat guna mengetahui paparan virus corona hingga ketingkat kelurahan.

"Nanti akan ada, pemetaan wilayah titik mana ODP,dan titik mana yang PDP," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X