Sandiaga Yakin Kasus Covid-19 di Jakarta Jauh Lebih Banyak jika Tes Masif Dilakukan

Kompas.com - 26/03/2020, 20:55 WIB
Petugas mengambil sampel darah anggota DPRD Tulungagung di Tlungagung, Jawa Timur, Selasa (24/3/2020). Rapid test pengambilan sampel darah itu dilakukan terhadap 45 anggota DPRD Tulungagung, sehari setelah mereka pulang dari kegiatan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengetahui ada tidaknya penyakit menular akibat virus maupun bakteri, termasuk COVID-19. ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKOPetugas mengambil sampel darah anggota DPRD Tulungagung di Tlungagung, Jawa Timur, Selasa (24/3/2020). Rapid test pengambilan sampel darah itu dilakukan terhadap 45 anggota DPRD Tulungagung, sehari setelah mereka pulang dari kegiatan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengetahui ada tidaknya penyakit menular akibat virus maupun bakteri, termasuk COVID-19.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yakin, jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan data yang dirilis pemerintah.

Sandiaga mendorong pemerintah untuk melakukan pemeriksaan yang akurat secara masif demi mengetahui lebih banyak pasien positif terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) itu.

"Saya yakin kasus di DKI yang 463 (pasien positif per Rabu kemarin) ini bukan jumlah yang akurat. Menurut pandangan saya, akan jauh lebih tinggi lagi kalau kita melakukan massive testing," ujar Sandiaga dalam konferensi pers secara online, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Wali Kota Khawatir Masih Ada 70.000 Warga Bekasi Beraktivitas ke Jakarta

Sandiaga meyakini hal itu karena merujuk hasil permodelan mengenai kasus covid-19 yang dilakukan ahli epidemiologi.

Hasil permodelan ahli epidemiologi, kata dia, menunjukkan jumlah kasus covid-19 jauh lebih banyak dibandingkan kasus yang telah terkonfirmasi.

Sandiaga berujar, banyak kasus covid-19 yang tidak terdeteksi karena kurangnya fasilitas pemeriksaan yang akurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut saya banyak sekali kasus-kasus yang undetected. Oleh karena itu, harapan saya semua masyarakat kooperatif terhadap anjuran kita untuk di rumah saja," kata Sandiaga.

Baca juga: Pria WNA Pingsan di Depan Klinik di Tebet, Petugas Berpakaian APD Evakuasi

Selama ini, tidak semua warga bisa menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Dokter yang akan menentukan apakah seseorang bisa menjalani pemeriksaan.

Seperti yang dialami seorang warga berinisial AN, ketika hendak menjalani rapid test setelah mengalami gejala terinfeksi Covid-19.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.