MUI Kota Tangerang Imbau Seluruh Masjid di Kota Tangerang Tak Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Kompas.com - 27/03/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi shalat KOMPAS.com/ANDI HARTIKIlustrasi shalat

TANGERANG, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan imbauan penghentian sementara ibadah shalat Jumat untuk menghindari penularan virus corona.

Surat imbauan Nomor C47/XI-05/SR/III/2020 terdapat pada poin empat untuk menunda kegiatan shalat Jumat sampai keadaan membaik.

Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi membenarkan soal imbauan tersebut.

"Iya, betul imbauan untuk tidak ada shalat Jumat dulu," ujar Edi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (27/3/2020).

Dalam poin pertama, disampaikan imbauan untuk tidak mendirikan shalat Jumat sebagaimana di Masjid Raya Al Azhom Kota Tangerang.

Shalat berjemaah itu digantikan dengan shalat dzuhur di rumah masing-masing sampai keadaan dinyatakan kondusif.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Wali Kota Depok Ingatkan Warga Ganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzhuhur Hari Ini

Selain itu, MUI juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya masyarakat muslim Kota Tangerang untuk mematuhi imbauan pemerintah berdiam di rumah.

Poin ketiga, MUI juga meminta kegiatan yang sifatnya berpotensi menyebabkan keramaian ditunda sementara.

"Menunda kegiatan-kegiatan yang berpotensi terkumpulnya massa yang dapat menimbulkan penyebaran Covid-19," tulis surat tersebut.

MUI kemudian menutup surat imbauan tersebut dengan meminta masyarakat untuk memberlakukan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari Covid-19.

"Mengajak segenap masyarakat Kota Tangerang untuk membiasakan diri dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tulis surat tersebut.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Megapolitan
Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

Megapolitan
Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

Megapolitan
RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

Megapolitan
Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

Megapolitan
Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

Megapolitan
14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

Megapolitan
Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

Megapolitan
Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

Megapolitan
Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

Megapolitan
Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X