Terapkan Physical Distancing, Bus di Terminal Tanjung Priok Hanya Boleh Diisi Setengahnya

Kompas.com - 27/03/2020, 17:40 WIB
Suasana Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/5/2019). KOMPAS.com/Tatang GuritnoSuasana Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/5/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Tanjung Priok membuat sebuah kebijakan dalam penerapan anjuran physical distancing selama pandemik Covid-19.

Setiap bus yang keluar dari terminal tersebut hanya boleh membawa penumpang setengah dari kapasitas asli masing-masing bus.

Jika kapasitas bus adalah 40, maka hanya boleh diisi 20 penumpang saja.

"Jadi bus yang bangkunya 2-2, cuma boleh diisi satu. Kalau yang 3-3, cuma boleh diisi dua, dikosongkan satu," kata Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Baca juga: Dirut Jaktour: 500 Tenaga Medis Covid-19 Sudah Diinapkan di 2 Hotel

Selain itu, pihak terminal juga memberi syarat kepada pengusaha bus agar setiap kendaraan yang keluar dan datang langsung disemprot dengan cairan disinfektan.

Sejauh ini, aturan tersebut dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan bus antar provinsi yang naik turunkan penumpang di lokasi itu.

"Saya minta perusahaan ikuti prosedur pemerintah, sekarang sudah setiap mobil sudah mengikuti, tiap mobil rajin disemprot disinfektan setiap mau berangkat," ucap Mulya.

Sejauh ini, kata Mulya, jumlah penumpang yang meninggalkan Jakarta lewat terminal menurun drastis. Penurunan jumlah penumpang mencapai 30 persen.

Akan tetapi, khusus bus tujuan Madura justru sedikit meningkat ketimbang hari-hari biasanya. Meski begitu, pengelola terminal memastikan bus-bus tersebut mematuhi SOP selama pandemik Covid-19 ini tetap berjalan.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Penumpang Tujuan Madura di Terminal Tanjung Priok Sedikit Meningkat

Pemerintah menyatakan bahwa jumlah pasien yang positif virus corona dan mengidap Covid-19 di Indonesia semakin bertambah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar UU Pornografi dan UU ITE, Pasien di Wisma Atlet Jadi Tersangka

Langgar UU Pornografi dan UU ITE, Pasien di Wisma Atlet Jadi Tersangka

Megapolitan
Tangsel Bangun Tenda di Rumah Lawan Covid-19 untuk Tambah Daya Tampung

Tangsel Bangun Tenda di Rumah Lawan Covid-19 untuk Tambah Daya Tampung

Megapolitan
Pedagang Minta Pemerintah Terbuka Soal Ketersediaan Daging Sapi

Pedagang Minta Pemerintah Terbuka Soal Ketersediaan Daging Sapi

Megapolitan
6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

Megapolitan
Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Megapolitan
4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

Megapolitan
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Megapolitan
Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Megapolitan
Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Megapolitan
Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Megapolitan
DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

Megapolitan
RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

Megapolitan
Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X