Pengusaha Konveksi di Jakarta Timur Beralih Produksi APD untuk Tenaga Kesehatan

Kompas.com - 27/03/2020, 18:03 WIB
Salah satu toko konveksi Alat Pelindung Diri (APD) di Perkampungan Industri Kecil (PIK), Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). ISTIMEWASalah satu toko konveksi Alat Pelindung Diri (APD) di Perkampungan Industri Kecil (PIK), Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha konveksi di Jakarta Timur beralih memproduksi alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien terkait Covid-19.

Riswan, salah satu pengusaha konveksi di Perkampungan Industri Kecil (PIK), Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku bahwa pihaknya berinisiatif untuk memproduksi APD seiring dengan stok APD di Indonesia yang menipis.

Riswan bercerita, dirinya mulai memproduksi APD setelah mengerjakan pesanan APD Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Pemerintah Butuh Jutaan APD jika Wabah Covid-19 Terjadi hingga September

"Awalnya aku mengerjakan PO (pre order) Kementerian Kesehatan, begitu selesai langsung aku blow up ke internet dan banyak pemesan datang. Dari situ aku pikir apa sebaiknya memang harus diteruskan karena tujuannya untuk bangsa kita juga kan," kata Riswan di lokasi, Jumat (27/3/2020).

Dia mengaku banyak menerima pesanan dari berbagai instansi rumah sakit, puskesmas, hingga komunitas. APD yang diproduksi juga sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Riswa menjelaskan pihaknya memproduksi dua jenis APD, yakni yang bisa dicuci berulang kali dan APD yang hanya untuk sekali pakai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pembuangan APD Tenaga Medis Corona di RS Bekasi Kerja Sama dengan Perusahaan Pengolah Limbah

"Aku kasih harga sesuai Kemenkes, Rp 45.000 (per setel) untuk yang sekali pakai, dan Rp 75.000 untuk bisa dicuci berulang. Untuk ukuran ada M, L, XL, sama double XL," ujar Riswan.

Hingga kini, Riswan mengaku sudah memproduksi APD sebanyak 8.000 setel. Bagi dia, memproduksi APD untuk tenaga kesehatan merupakan kewajiban dirinya untuk membantu negara memutus wabah Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Megapolitan
Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Megapolitan
2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

Megapolitan
Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Megapolitan
RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Kunjungi Jakarta, Paling Banyak dari China

Megapolitan
Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Dua Bulan PTM Terbatas, 22 Murid dan 16 Tenaga Pendidik di Tangsel Positif Covid-19

Megapolitan
1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

1.244 Warga Depok Idap HIV/AIDS, Paling Banyak di Pancoran Mas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.