Kompas.com - 28/03/2020, 07:35 WIB

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna kemudian langsung menghubungi Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto untuk meminta pasokan tambahan APD.

Melalui sambungan telepon pada Jumat sore, Terawan menduga miskomunikasi dengan anak buahnya soal suplai APD dari Kemenkes untuk Kota Depok.

Pradi lalu ditawarkan sekitar 50 APD oleh Kemenkes yang kemudian ia jemput sendiri di kantor Terawan.

Diminta transparan

Juru bicara gerakan swadaya #depoklawancorona, Sahat Farida, meminta Pemkot Depok lebih transparan lagi soal sebaran kasus Covid-19.

Menurut dia, desakan tersebut selaras dengan rekomendasi dari hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Penelitian itu menyebutkan, mayoritas masyarakat menginginkan agar pemerintah membuka data, seperti rute perjalanan pasien, ataupun domisili di tingkat kecamatan," kata Sahat melalui keterangan persnya, Jumat.

"Hal ini berguna bagi ujung tombak di tingkat RT/RW untuk tetap siaga dan memonitor kondisi wilayahnya,” imbuh dia.

Baca juga: Pemkot Depok Berencana Kirim Sembako bagi Warga yang Isolasi Mandiri3u

Sahat beranggapan, peta yang lebih detail mengenai kasus-kasus Covid-19 akan meredakan kecemasan warga.

Di samping itu, keterbukaan informasi ini juga wajib dibarengi dengan edukasi kepada warga agar tidak melahirkan stigma.

"Skema layanan kesehatan juga harus diinformasikan. Bagaimana dengan pasien dengan penyakit bawaan yang memerlukan kontrol atau rujukan dari puskesmas," jelas Sahat.

Di samping itu, keterbukaan informasi dan data juga akan mengarah pada keputusan-keputusan yang lebih efektif.

Ia memberi contoh, sasaran 2.400 subyek rapid test (uji cepat) massal tak jelas dasarnya karena sampai 2018 saja Depok mencatat populasi 2,2 juta penduduk.

“Padahal, output dari tes adalah peta sebaran atau zonasi (kasus Covid-19) wilayah Depok," ujar eks anggota DPRD Kota Depok itu.

"Transparansi informasi dan ketepatan komunikasi dalam situasi ini adalah hal yang penting, termasuk transparansi penggunaan anggaran. Anggaran yang didistribusikan itu juga perlu warga ketahui," tutup Sahat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Polisi Pastikan Rudolf Tobing Pembunuh Icha Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Kebakaran Melanda Gedung Kemenkumham, Api Muncul dari Lantai 5

Megapolitan
Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Polisi: 90 Adegan Rudolf Tobing Membunuh Icha Sesuai Keterangan

Megapolitan
Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tapi Tak punya Mesin Penyaring Modern

Wali Kota Klaim Pengelolaan Limbah di Depok Terbaik Setelah Bali, tapi Tak punya Mesin Penyaring Modern

Megapolitan
Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Cerita Eks Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kami Nangis, Bingung, dan Bertanya-tanya

Megapolitan
Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Harga Beras di Pasar Ciputat Naik tapi Kualitasnya Malah Turun, Pedagang: Orang Enggak Jadi Beli

Megapolitan
Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Penyesalan Tiada Arti Rudolf Tobing Usai Bunuh Icha di Apartemen, Duduk Merenung di Samping Jenazah

Megapolitan
Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Meski Kena PHK, Eks Karyawan Shopee Tak Begitu Kecewa karena Pesangon Sepadan

Megapolitan
Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Hilangnya Senyum Rudolf Tobing Saat Peragakan Ulang Adegan Pembunuhan Icha…

Megapolitan
Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Heru Budi Bakal Sowan ke Fraksi DPRD DKI, Pengamat: Hati-hati Muncul Benih Korupsi

Megapolitan
Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Amarah dan Sesal Ayah Kandung Balita yang Tewas Dianiaya Kekasih Mantan Istri...

Megapolitan
Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Target Pajak DKI Baru 80,93 Persen: Pajak Parkir Peroleh Capaian Terendah

Megapolitan
Banjir Rob Masih Bayangi Pesisir Jakarta hingga 9 Desember

Banjir Rob Masih Bayangi Pesisir Jakarta hingga 9 Desember

Megapolitan
Kantor Polisi Se-Jadetabek Perketat Keamanan Buntut Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

Kantor Polisi Se-Jadetabek Perketat Keamanan Buntut Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar

Megapolitan
Fakta Rekonstruksi Rudolf Tobing Bunuh Icha di Apartemen: Terencana dan Penuh Tipu Muslihat

Fakta Rekonstruksi Rudolf Tobing Bunuh Icha di Apartemen: Terencana dan Penuh Tipu Muslihat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.