Telur Ceplok, Kampanye Edward Suhadi agar Masyarakat Tak Panic Buying di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 28/03/2020, 14:56 WIB
Salah satu video yang dibuat Edward Suhadi dan diunggah di akun Instragramnya @edwardsuhadi
Instagram edwardsuhadiSalah satu video yang dibuat Edward Suhadi dan diunggah di akun Instragramnya @edwardsuhadi
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 atau virus corona menyebar ke Indonesia, panic buying atau belanja berlebihan terjadi.

Sejumlah masyarakat memborong bermacam barang untuk stok kebutuhannya sehari-hari. Mereka khawatir stok makanan habis dan kelaparan.

Namun, panic buying ini hanya terjadi di segelintir masyarakat yang memiliki uang cukup untuk membeli bahan-bahan pokok secara berlebihan.

Bagi mereka yang tak punya uang banyak, hanya bisa pasrah dengan keadaan.

Bahkan ungkapan “mereka yang punya duit yang bertahan” seolah menjadi kenyataan.

Baca juga: Tiga Jemaah Positif Covid-19, Sekitar 170 Orang Diisolasi di Masjid di Taman Sari

Hal tersebut mencuri perhatian banyak orang. Banyak yang prihatin dengan kondisi tersebut.

Salah satunya Edward Suhadi, seorang Creative Director di perusahaan di Jakarta. Ia mengaku miris melihat keadaan tersebut.

Merespons kondisi tersebut, ia membuat kampanye agar masyarakat tidak panik di tengah pandemi Covid-19

Belakangan, video-video yang dibuatnya disambut positif dan viral di media sosial. Seperti video kurva, penimbunan, masker hingga telor ceplok ala Edward.

Bahkan video tersebut kerap disadur banyak orang termasuk influencer.

Ide telur ceplok

Edward membuat video "selalu ada telur ceplok" merespons panic buying di tengah masyarakat.

Dalam video yang dikemasnya, Edward mengingatkan bahwa setiap orang hanya butuh telur ceplok untuk hidup.

Sebab, semua orang di Indonesia suka dengan telur ceplok, apalagi kalau ditambah kecap.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X