Imbas Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma Turun 35 Persen

Kompas.com - 31/03/2020, 06:55 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas pengangkut alat kesehatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). Alat-alat kesehatan yang dibawa dari China untuk penanganan covid-19, yakni disposable mask, masker N95, APD, kacamata goggle, sarung tangan, pelindung sepatu, termometer infrared, dan lainnya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Palang Merah Indonesia menyemprotkan cairan disinfektan kepada petugas pengangkut alat kesehatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). Alat-alat kesehatan yang dibawa dari China untuk penanganan covid-19, yakni disposable mask, masker N95, APD, kacamata goggle, sarung tangan, pelindung sepatu, termometer infrared, dan lainnya.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Penyebaran virus Corona juga berimbas pada aktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan, pada 7 hari pertama (16-22 Maret) penerapan kerja dari rumah, jumlah penumpang rute domestik tercatat sebesar 86.653 penumpang.

Jumlah penumpang menurun pada pekan kedua penerapan kerja dari rumah.

Baca juga: Polisi: Hoaks Pesan Berantai Pemalakan di Cideng

"Mengalami penurunan sebesar 35,07 persen menjadi 56.265 penumpang pada 7 hari kedua (23-29 Maret)," ujar Awalludin dalam keterangan tertulis.

Penurunan pergerakan penumpang juga diikuti dengan penurunan pergerakan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Pergerakan pesawat berkurang lebih dari 200 penerbangan.

Awaluddin menjelaskan, pergerakan pesawat terjadi penurunan sebanyak 18,82 persen dari 1.217 pergerakan pesawat menjadi 988 pergerakan pesawat.

Baca juga: UPDATE Pasien Covid-19 Jadetabek: 878 Positif, 64 Sembuh, 96 Meninggal

Kondisi sama juga terjadi pada aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Awaluddin mengatakan, penurunan pergerakan penumpang sampai 34,51 persen dari pergerakan normal.

"Jika melihat data pada periode 14 hari work from home dan stay at home pada 16-29 Maret 2020 terjadi ren penurunan pergerakan penumpang," ujar dia.

"Pergerakan pesawat turun 34,22 persen dari 6.069 pergerakan menjadi 3.992 pergerakan," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Megapolitan
55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

Megapolitan
Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Penularan Covid-19 Tak Seganas Sebelumnya, Guru di Atas 40 Tahun Boleh Mengajar di Sekolah

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Satpas Jaktim, 2 Mobil SIM Keliling Disediakan di TMII

Megapolitan
Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Pengunjung Tempat Hiburan di Jakarta Akan Dibatasi Saat New Normal

Megapolitan
Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Jelang New Normal, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Disemprot Cairan Disinfektan

Megapolitan
H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

H+9 Lebaran, Jumlah Pengendara Tanpa SIKM yang Diputar Balik Turun 13 Persen

Megapolitan
Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Kota Bogor Ulang Tahun Ke-538, Pemkot Akan Beri Penghargaan buat Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Tunggu Swab Tes Kedua, 14 Warga RW 06 Tanah Sereal Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Tunggu Swab Tes Kedua, 14 Warga RW 06 Tanah Sereal Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X