Pendapatan Kota Bekasi Berkurang Sejak Wabah Covid-19 Merebak

Kompas.com - 31/03/2020, 17:43 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (5/11/2019).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen mengatakan bahwa saat ini pendapatan asli daerah (PAD) di wilayahnya merosot semenjak merebaknya wabah Covid-19 atau virus corona.

Sebab, semenjak merebaknya Covid-19 tempat hiburan mulai dari restoran, mal, apartemen, dan hotel ditutup.

“Iya lah (menurun PAD), kami sudah enggak bisa narik pajak restoran, hotel kosong,” ujar Pepen di Bekasi, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Banyak Pekerja Informal Kehilangan Pendapatan, Ini Instruksi Jokowi

Pepen mengaku hanya mendapat 10 persen pendapatan dari bangunan-bangunan komersil di wilayahnya selama pandemi ini.

“Mungkin sekarang ini cuma dapat 10 hingga 20 persen dari total triwulan yang diambil. Misalnya, kami 10 persen belanja normal kan, berarti kami nombok karena enggak ada lagi pendapatan,” ujar Pepen.

Baca juga: Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Ia menambahkan, saat ini Pemkot tengah mengevaluasi jumlah APBD yang dimiliki oleh Kota Bekasi untuk disisihkan membantu melawan Covid-19.

“Iya sedang kami pikirkan. Seminggu dua minggu ini kita lihat gimana perkembangannya,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X