Kompas.com - 02/04/2020, 12:05 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok bersiap melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas Dinas Kesehatan Kota Depok bersiap melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya.

DEPOK, KOMPAS.com - Gerakan swadaya #depoklawancorona mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, untuk membuka ke publik alur serta realisasi kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19 yang terus meluas di Depok.

Juru bicara #depoklawancorona, Sahat Farida Berlian mengatakan, Pemkot Depok mestinya transparan soal segala skenario yang akan ditempuh dalam menghadapi pandemi ini, termasuk skenario terburuk.

Transparansi itu dianggap penting setelah pemerintah pusat berencana mengalokasikan sekian dana hibah untuk pemerintah daerah guna menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Usai dari Depok, Seorang PNS Pemprov Kalbar Ini Positif Corona

“Untuk yang sudah dialokasikan saja, belum terlihat adanya hal konkret, apa lagi nanti sewaktu ada dana hibah dari (pemerintah) pusat?” kata Sahat melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Hingga saat ini, Mohammad Idris menyebut bahwa total baru Rp 20 miliar anggaran yang cair untuk penanganan Covid-19 di Depok.

Sebanyak Rp 15 miliar untuk Dinas Kesehatan, sisanya dianggarkan untuk peningkatan kemampuan RSUD Kota Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pencairan Rp 20 miliar itu disebut merupakan pencairan tahap pertama. Pemerintah tak memberikan penjelasan mengenai kapan pencairan tahap dua dilakukan dan berapa besarannya.

Baca juga: UPDATE Rapid Test Covid-19 Depok: Kasus Positif Naik 50 Persen

Di sisi lain, sejumlah anggota DPRD Kota Depok menyatakan bahwa total anggaran yang disetujui untuk digelontorkan selama masa pandemik ini Rp 70 miliar.

"Persoalannya, sejauh ini pelaksanaan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Depok masih belum dilakukan secara transparan. Sejalan dengan alokasi anggaran yang mencapai Rp 70 miliar. Belum terlihat langkah konkret dari Gugus Tugas," ujar Sahat.

“Kami mendapatkan fakta dan informasi di lapangan, ada warga Depok yang suspect (dicurigai Covid-19) mengalami penolakan di beberapa RS, hingga dirawat di fasilitas yang tidak memiliki kelengkapan penanganan Covid-19,” kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Pengacara Sebut Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Diduga Dibunuh, Polisi: Belum Mengarah ke Sana

Megapolitan
Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Pengacara Duga Pria yang Gantung Diri Saat 'Live' di Tiktok Korban Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Pengelola Sebut TMII Saat Weekend Sudah Didatangi Ribuan Pengunjung

Megapolitan
Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Tugu Sepatu di Jalan Sudirman Dicorat-coret Saat Baru Dipamerkan, Wagub DKI Prihatin

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Seorang Pemuda Terpeleset dan Tenggelam di Kali Kawasan Sunter Jaya

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.