Terapkan Isolasi Kemanusiaan di Bekasi, Wakil Wali Kota: Untuk Shock Therapy Warga yang Keluar Rumah

Kompas.com - 02/04/2020, 13:30 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto di gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (26/11/2019).


BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, aturan isolasi atau karantina kemanusiaan telah diterapkan di sejumlah kelurahan di wilayahnya.

Ia mengatakan, isolasi kemanusiaan itu dibentuk dengan harapan bisa menjadi shock therapy masyarakat yang tetap nekat keluar rumah.

“Itulah kita lebih memilih karantina kemanusiaan jadi yang kita batasi pergerakan orang gitu lho, jadi seperti berprasangka kalau keluar harus izin. Sehingga dia merasa tidak ada yang mendesak, tidak keluar, itu sebetulnya kita inginnya ada shock therapy-nya seperti itu,” ujar Tri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/3/2020).

Baca juga: Wali Kota Bekasi Minta Warganya Lakukan Isolasi Kemanusiaan

Tri mengatakan, perumahan atau komplek yang berinisiatif menerapkan isolasi kemanusiaan menutup akses keluar masuk masyarakat di lingkunganya.

Sehingga jika ada yang hendak keluar dari perumahan tersebut harus lapor terlebih dahulu ke RT dan RW setempat .

Dengan begitu, RT dan RW setempat bisa men-tracking dengan mudah jika ada warganya yang terpapar Covid-19.

“Iya kan makanya cluster-nya ditutup satu pintu. Terus nanti ditanya, ibu mau kemana? Ini mau ketemu siapa? Jadi kalau si ibu ini kena (Covid-19) kita bisa men-tracking, oh perjalanan ibu ke sini. Sebenernya begitu tujuannya jangan merasa kalau RT RW-nya kepo banget, kalau si ibu ini positif kan bisa tahu, berarti temannya ibu yang ditemuinya pasti kan ODP,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warganya untuk lakukan isolasi kemanusiaan.

Hal itu dituangkan di dalam surat edaran dengan nomor 440/2301/Dinas Kesehatan tentang isolasi kemanusiaan terhadap warga Kota Bekasi dalam penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pria yang akrab disapa Pepen itu mengatakan, permintaan isolasi kemanusiaan ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 semakin masif di wilayahnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

Megapolitan
93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengendara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X