Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

Kompas.com - 02/04/2020, 16:34 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya berpose sebelum upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYAnggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya berpose sebelum upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang ojek online berinisial MA (20) karena mengutarakan ujaran kebencian kepada salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, ujaran kebencian itu disampaikan tersangka pada Luthfi bin Yahya atau yang kerap disapa Habib Luthfi terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Dalam kritikannya tersangka menyampaikan terkait dengan kebijakan yang saat ini diambil oleh pemerintah pusat, yakni adanya upaya-upaya pemerintah pusat untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19, antara lain dengan social maupun physical distancing," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap Orang yang Lontarkan Ujaran Kebencian terhadap Pria Berkebutuhan Khusus

Budhi menyampaikan, ujaran kebencian itu diutarakan tersangka karena pemerintah pusat dinilai sudah terlalu berlebihan dalam mengatasi Covid-19.

Berlebihan yang dimaksud ialah pembatasan kegiatan beribadah berjamaah selama pandemi Covid-19 ini.

Ujaran kebencian tersebut ditujukan kepada Habib Luthfi karena sebagai Wantimpres harus menasihati presiden Jokowi agar pembatasan itu tak perlu dilakukan.

"Tersangka menyampaikan di dalam medsosnya kata-kata yg membuat orang lain menjadi benci terhadap Habib L ini. Termasuk membuat pengikut Habib L ini merasa ikut terhina karena guru beliau diejek ataupun dihina oleh tersangka ini," ucap Budhi.

Adapun ujaran kebencian ini dilaporkan oleh GP Ansor sebelum akhirnya tersangka ditangkap polisi.

Terhadap tersangka dikenakan Pasal Pasal 28 jo Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Megapolitan
Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Megapolitan
Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Megapolitan
Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Megapolitan
Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Megapolitan
Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Megapolitan
Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Mafia Tanah yang Gelapkan Sertifikat Senilai Rp 6 Miliar

Polisi Tangkap 8 Mafia Tanah yang Gelapkan Sertifikat Senilai Rp 6 Miliar

Megapolitan
Bertambah 16, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini Tercatat 2.911

Bertambah 16, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini Tercatat 2.911

Megapolitan
Ini Daftar Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jakarta Timur

Ini Daftar Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jakarta Timur

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 3.039, Terbanyak di Karawaci dan Periuk

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 3.039, Terbanyak di Karawaci dan Periuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X