Aksi Moms UI, Sekelompok Ibu Bagikan Makanan Gratis untuk Mahasiswa Rantau

Kompas.com - 03/04/2020, 05:48 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

“Kalau kita ada budget lebih, kita juga bisa bikin daging rendang, sudah ada tukang rendangnya, daging potong langsung," imbuh Titi.

Para juru masak juga ambil peran yang tak kalah krusial. Meskipun di tengah masa pandemi, tiga orang juru masak yang biasanya menyiapkan 250 paket makanan Jumat Barokah kini tetap mau menyiapkan paket-paket makanan untuk para mahasiswa rantau.

"Mereka sudah terbiasa dan terlatih untuk memberikan yang terbaik. Karena wabah ini, kita enggak pernah kumpul, ternyata mereka bersedia untuk masak-masak," ujar Titi.

"Isinya biasa saja sih. Nasi, ayam entah digulai atau direndang atau dibakar, kemudian tumis sayur. Saya berharap itu cukup untuk mereka," ia menambahkan.

Hasil paket-paket yang dimasak di rumah masing-masing juru masak barulah dihimpun di kediaman Titi.

Sekaligus bantu ojek online

Setelah paket-paket makanan tersebut dihimpun di kediaman Titi di bilangan Jakarta Selatan, barulah semuanya didistribusikan ke kediaman para mahasiswa rantau.

Pengiriman paket makanan gratis pertama sudah dilakukan pada Selasa (31/3/2020) lalu.

Total ada 115 penerima di Asrama UI dan 20 penerima di rumah-rumah kost di sekitar kampus.

Namun, selain membantu mahasiswa rantau yang "terjebak" dan kesulitan cari makan karena warung-warung tutup, aksi ini juga untuk membantu pengemudi ojek online yang pendapatannya merosot.

Titi mengaku menugaskan satu pengemudi ojek online saja dalam pengiriman makanan gratis ini.

Hal itu guna menjamin higienitas makanan. Karenanya, ojek online itu mengantar makanan tanpa dipesan via aplikasi.

"Karena kan ngeri (jika lewat aplikasi), ojeknya ke mana dulu, cuci tangan atau enggak, kita tidak tahu, Kalau begini dia kan terpantau sama kita. Kita harus steril banget kalau soal makanan," kata Titi.

Dalam menugaskan ojek online ini, ia mengklaim bahwa tak ada patokan harga yang membuat rumit perhitungan. Ia tak mengenakan tarif seperti tarif sewa di aplikasi.

"Pokoknya ekstra lah dia. Dia juga enggak menentukan, seikhlasnya kita," ujar Titi.

'Tapi lebih tinggi dari kalau pakai aplikasi lah. Saya pikir-pikir dia juga akan lebih terbantu kan, daripada hitungan sini ke sini Rp 10.000, sini ke sini Rp 20.000, Rp 50.000, dan seterusnya.”

Solidaritas menguat sambut peminat

Titi tak menampik jika aksi ini tentu akan merebut banyak perhatian para mahasiswa rantau lain yang tempo hari belum kebagian “jatah”. Bukan tak mungkin, peminatnya akan semakin banyak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Pilih Bongkar Perumahan di Bantaran Sungai, tapi Biarkan Rumah Warga Miskin

Pemprov DKI Pilih Bongkar Perumahan di Bantaran Sungai, tapi Biarkan Rumah Warga Miskin

Megapolitan
Cegah Penularan Covid-19, ASN Jakut Diminta Tak Bepergian Saat Libur Panjang

Cegah Penularan Covid-19, ASN Jakut Diminta Tak Bepergian Saat Libur Panjang

Megapolitan
Turap Melati Residence Longsor, Pengembang Beri Uang Belasungkawa untuk Keluarga Korban Tewas

Turap Melati Residence Longsor, Pengembang Beri Uang Belasungkawa untuk Keluarga Korban Tewas

Megapolitan
Bawa 8 Petasan, Seorang Buruh yang Hendak Demo ke Istana Diamankan Polisi di Tangerang

Bawa 8 Petasan, Seorang Buruh yang Hendak Demo ke Istana Diamankan Polisi di Tangerang

Megapolitan
Pengendara Mobil yang Terekam Buang Kantong Sampah di Kalimalang Bakal Ditindak

Pengendara Mobil yang Terekam Buang Kantong Sampah di Kalimalang Bakal Ditindak

Megapolitan
Di Tengah Pandemi, Peredaran Narkoba Disamarkan dengan Logistik Sembako

Di Tengah Pandemi, Peredaran Narkoba Disamarkan dengan Logistik Sembako

Megapolitan
Rapat Anggaran di Puncak Bogor Dianggap Pemborosan, FITRA: DPRD dan Pemprov DKI Harus Diaudit

Rapat Anggaran di Puncak Bogor Dianggap Pemborosan, FITRA: DPRD dan Pemprov DKI Harus Diaudit

Megapolitan
Tersangka Penjambretan Anak Kecil di Kebayoran Lama Coba Hilangkan Barang Bukti

Tersangka Penjambretan Anak Kecil di Kebayoran Lama Coba Hilangkan Barang Bukti

Megapolitan
Dua Tersangka Jambret Ponsel Bocah di Kebayoran Lama Berstatus Pelajar, Motifnya Iseng

Dua Tersangka Jambret Ponsel Bocah di Kebayoran Lama Berstatus Pelajar, Motifnya Iseng

Megapolitan
Rampas Ponsel Bocah di Kebayoran, Tiga Penjambret Ditangkap di Tangerang

Rampas Ponsel Bocah di Kebayoran, Tiga Penjambret Ditangkap di Tangerang

Megapolitan
8.000 Personel Gabungan Disiapkan untuk Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

8.000 Personel Gabungan Disiapkan untuk Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja Hari Ini

Megapolitan
Marak Pesepeda Jadi Korban Jambret, Berikut Tips Aman Bersepeda

Marak Pesepeda Jadi Korban Jambret, Berikut Tips Aman Bersepeda

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Biayai Perawatan Pasien Covid-19 yang Proses Klaimnya Ditolak Kemenkes

Pemkot Bekasi Akan Biayai Perawatan Pasien Covid-19 yang Proses Klaimnya Ditolak Kemenkes

Megapolitan
Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng Insiden Massa Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng Insiden Massa Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

Megapolitan
Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin Antisipasi Demo Omnibus Law di Jakarta

Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin Antisipasi Demo Omnibus Law di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X