Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Kompas.com - 03/04/2020, 12:39 WIB
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (kiri) dan Cawagub DKI Jakarta dari PKS, Nurmansjah Lubis (kanan) menjadi pembicara dalam acara Ngobrol Bareng Cawagub DKI di Jakarta, Jumat (6/3/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTACalon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria (kiri) dan Cawagub DKI Jakarta dari PKS, Nurmansjah Lubis (kanan) menjadi pembicara dalam acara Ngobrol Bareng Cawagub DKI di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyampaian visi dan misi calon wakil gubernur (cawagub) DKI tak disiarkan secara langsung (live streaming).

Panitia Pemilihan (Panlih) wakil gubernur DKI Jakarta memutuskan untuk menggelar penyampaian visi dan misi calon wakil gubernur via teleconference.

Langkah itu menyikapi merebaknya penyebaran Virus Corona, khususnya di Jakarta. Jumlah orang di dalam ruangan diskusi dibatasi.

Namun, video penyampaian visi misi cawagub baru akan disebarkan setelah kegiatan tersebut selesai.

Mengapa demikian?

Ketua Panlih cawagub DKI Jakarta Farazandi Fidinansyah beralasan bahwa hal tersebut adalah keputusan rapat sebelumnya.

Baca juga: Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Mereka bisa hadir dan menyaksikan hanyalah perwakilan masing-masing fraksi, pimpinan DPRD, kedua cawagub, dan pegawai sekretariat DPRD.

"Ini sudah keputusan dari hasil diskusi dengan pimpinan, semua sifatnya itu akan post after. Karena ini ada beberapa protap yang harus kita ikuti jadi kita putuskan live streaming hanya ke anggota Dewan tertutup, close. Tapi abis itu kita tayangkan," kata Farazandi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).

Untuk anggota DPRD lainnya akan menyaksikan dan bisa bertanya melalui video conference.

"Mereka video conference. Kita pakai Zoom. Tim hore pengusung juga dibatasi atau enggak bisa masuk," ucapnya.

Baca juga: Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Megapolitan
Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Megapolitan
Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

Megapolitan
Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Megapolitan
Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Megapolitan
Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Megapolitan
Pembangunan Embung Semanan dan Tegal Alur Sudah Capai 95 Persen

Pembangunan Embung Semanan dan Tegal Alur Sudah Capai 95 Persen

Megapolitan
Alat Berat Diterjunkan untuk Bersihkan Sampah di Kali Baru Cimanggis

Alat Berat Diterjunkan untuk Bersihkan Sampah di Kali Baru Cimanggis

Megapolitan
Polisi Tembak 4 Pencuri Motor di Tangerang Raya yang Sudah Beraksi 2 Tahun

Polisi Tembak 4 Pencuri Motor di Tangerang Raya yang Sudah Beraksi 2 Tahun

Megapolitan
Prostitusi Anak, Muncikari Mengaku Dapat Rp 1,2 Juta

Prostitusi Anak, Muncikari Mengaku Dapat Rp 1,2 Juta

Megapolitan
Buron 3 Bulan, Seorang Pelaku yang Nyaris Begal Perwira Marinir Saat Bersepeda Ditangkap

Buron 3 Bulan, Seorang Pelaku yang Nyaris Begal Perwira Marinir Saat Bersepeda Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X