Polisi Tangkap 12 Produsen Tembakau Gorila, Transaksi Menggunakan Bitcoin

Kompas.com - 03/04/2020, 16:59 WIB
Barang bukti narkotika berupa tembakau gorila kasus penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBarang bukti narkotika berupa tembakau gorila kasus penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap 12 tersangka yang memproduksi ganja sintesis atau tembakau gorila. Narkoba itu nantinya akan dijual ke daerah Jakarta, Cirebon, dan beberapa wilayah di Jawa Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, para tersangka ditangkap saat polisi menggerebek empat industri rumahan yang memproduksi tembakau gorila.

Penggerebekan itu berdasarkan penyelidikan polisi sejak 17 hingga 31 Maret 2020 lalu.

"Total ada 12 tersangka yang kita amankan, rinciannya di Tangerang ada 5 tersangka, berkembang di Jagakarsa ada 1 tersangka, di Bandung Jawa Barat ada 3 tempat dengan total 5 tersangka, dan di Cirebon ada 1 tersangka," kata Yusri dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Baca juga: Promosikan Tembakau Gorila Bisa Tingkatkan Ketahanan Tubuh Cegah Covid-19, 3 Pemuda Diringkus Polisi

Polisi mengamankan barang bukti berupa 10 kilogram tembakau gorila dan 7 kilogram canabionid atau sejenis zat kimia yang dijadikan bahan dasar pembuatan tembakau gorila.

"Mereka sudah memproduksi sekitar 10 kilogram lebih (tembakau gorila), harganya diperkirakan Rp 4,5 miliar kalau dijual ke pasaran," ujar Yusri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yusri, para tersangka saling berkomunikasi melalui media sosial.

Baca juga: Dijanjikan Upah Rp 8 Juta, Mahasiswa Edarkan 752 Gram Tembakau Gorila

 

Untuk mengelabui polisi, para tersangka hanya melayani transaksi jual beli melalui media sosial Instagram dengan menggunakan pembayaran uang elektronik.

"Modus komunikasinya menggunakan media sosial yang ada di Instagram, chatting untuk memesan bibit ini. Kemudian juga transaksi, pembayarannya menggunakan bitcoin," ujar Yusri.

Selanjutnya, barang haram dikirimkan menggunakan jasa ekspedisi. Untuk menghindari kecurigaan kurir jasa ekspedisi, mereka mengemas tembakau gorila itu dalam kotak makanan.

 

"Melalui jasa pengiriman barang, mereka mengelabui dengan dikemas dalam kotak kardus berisi makanan," kata Yusri.

Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus produksi tembakau gorila guna mengungkap adanya tersangka lainnya.

Atas perbuatannya, para tersangka ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kebakaran di Tambora Tewaskan 5 Orang dalam Satu Keluarga

Fakta Kebakaran di Tambora Tewaskan 5 Orang dalam Satu Keluarga

Megapolitan
Profil Jeff Smith, Dua Kali Tertangkap dan Konsumsi Narkoba Sejak Lulus SMA

Profil Jeff Smith, Dua Kali Tertangkap dan Konsumsi Narkoba Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Dakwaan Munarman: Ajak Dukung ISIS hingga Rangkaian Kegiatan Baiat

Dakwaan Munarman: Ajak Dukung ISIS hingga Rangkaian Kegiatan Baiat

Megapolitan
UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, 36 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, 36 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tak Ada Penambahan Kasus di Kota Tangerang, 13 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Dirut PT Transjakarta: Tidak Ada Sopir Kerja Lebih dari 8 Jam Per Hari

Megapolitan
Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Tawuran di Serpong, Seorang Terluka

Megapolitan
Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Jeff Smith Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Pernah Tertangkap dan Konsumsi Sejak Lulus SMA

Megapolitan
Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Tunadaksa Jatuh dan Terlindas di Cengkareng, Diduga karena Tongkat Senggol Crane

Megapolitan
Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Kontraktor Sebut Tak Semua Air Bisa Meresap ke Dalam Sumur Resapan karena Hal Ini

Megapolitan
Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Ambles lalu Diaspal, Performa Sumur Resapan di Lebak Bulus Diklaim Tak Berkurang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Benarkan Artis Jeff Smith Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Polisi: Pengendara Motor yang Terlindas Crane di Cengkareng Seorang Tunadaksa

Megapolitan
1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.