Masuk ke Kampung Siaga Covid-19 di Depok, Tamu Harus Dicek Kesehatannya

Kompas.com - 03/04/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona

"Bisa membuat WAG khusus Covid-19 atau gunakan WAG warga yang sudah ada. Berikan info-info akurat perkembangan Covid-19. Hindari mem-posting berita-berita tendensius dan hoaks," tutup Idris.

Pemerintah Kota Depok mengandalkan Kampung Siaga Covid-19 di tingkat RW lantaran belum mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat.

Sistem ini mulanya diperkenalkan oleh organisasi kemanusiaan Sekolah Relawan guna meningkatkan kesadaran warga mengenai antisipasi-antisipasi penularan Covid-19.

Program ini rencananya juga berperan membuat sistem informasi kesehatan warga serta lumbung pangan warga.

Kampung Siaga Covid-19 juga dapat difungsikan untuk monitoring kasus terkonfirmasi positif, ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19; serta menjadi penyalur bantuan logistik bagi warga yang menjalani karantina mandiri.

Baca juga: Warga Swadaya Bentuk Kampung Siaga di Depok, Ini Fungsinya

Idris menyatakan, setiap RW yang membentuk Kampung Siaga Covid-19 akan diberikan insentif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Fasilitas yang diterima berupa stimulan anggaran sebesar Rp.3.000.000," kata Idris.

Sebagai informasi, per Jumat (3/4/2020), Pemerintah Kota Depok mengumumkan total 55 kasus positif Covid-19, dengan 10 orang sembuh, dan 6 orang meninggal dunia.

Sebanyak 18 pasien dalam pengawasan (PDP) juga telanjur meninggal sebagai suspect, sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, sejak 18 Maret 2020.

Sementara itu, kini masih ada 379 pasien yang masih diawasi dan 1.452 orang yang tengah dipantau terkait Covid-19.

Pemerintah terus menggaungkan instruksi agar warga tetap bertahan di dalam rumah selama pandemi Covid-19 untuk memutus rantai penularan, kecuali terpaksa keluar rumah untuk kebutuhan mendesak.

Warga diminta menjauhi diri dari kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusun Pasar Rumput Jadi Tempat Isolasi, Wagub Jamin Aktivitas di Area Pasar Tak Terganggu

Rusun Pasar Rumput Jadi Tempat Isolasi, Wagub Jamin Aktivitas di Area Pasar Tak Terganggu

Megapolitan
Vaksinasi di Pos Pelayanan DKI Jakarta Tetap Syaratkan KTP DKI atau Keterangan Domisili

Vaksinasi di Pos Pelayanan DKI Jakarta Tetap Syaratkan KTP DKI atau Keterangan Domisili

Megapolitan
Pria yang Bawa Senjata Tajam Jelang Vonis Rizieq Shihab Kemarin Ternyata Pegawai Pemkot Jaktim

Pria yang Bawa Senjata Tajam Jelang Vonis Rizieq Shihab Kemarin Ternyata Pegawai Pemkot Jaktim

Megapolitan
Puluhan Tenaga Kesehatan di RS dan Puskesmas di Depok Terpapar Covid-19

Puluhan Tenaga Kesehatan di RS dan Puskesmas di Depok Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jakarta Siapkan 7.936 Tempat Tidur Isolasi Terkendali Pasien Covid-19 di Rusun Pasar Rumput

Jakarta Siapkan 7.936 Tempat Tidur Isolasi Terkendali Pasien Covid-19 di Rusun Pasar Rumput

Megapolitan
Video Viral Pasien Terbaring di Tikar hingga Diperiksa di Pikap, Ini Penjelasan RSUD Kota Bekasi

Video Viral Pasien Terbaring di Tikar hingga Diperiksa di Pikap, Ini Penjelasan RSUD Kota Bekasi

Megapolitan
Jokowi Sidak Pelaksanaan PPKM Mikro di Cempaka Putih

Jokowi Sidak Pelaksanaan PPKM Mikro di Cempaka Putih

Megapolitan
RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

RSUD di Jakpus Terkenda Lahan untuk Dirikan Tenda Darurat Penangan Pasien Covid-19

Megapolitan
35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

35 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Jagakarsa Jaksel Di-lockdown

Megapolitan
Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Sempat Diamankan Polisi, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Kini Sudah Dipulangkan

Megapolitan
RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

RSUP Sitanala Tangerang Targetkan Vaksin 1.800 Orang hingga Juli 2021

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Kasus Covid-19 Melonjak, Sisa Satu Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Wilayah Tangsel

Megapolitan
Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Covid-19 Melonjak, MUI Imbau Umat Islam Tak Kumpul-kumpul Pengajian

Megapolitan
Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Klaster Petogogan Jaksel, Bayi 14 Bulan Ikut Terpapar Covid-19

Megapolitan
Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Truk Muatan Galon Air Mineral Terguling di Jalan TB Simatupang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X