11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

Kompas.com - 06/04/2020, 09:35 WIB
Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone. ThinkstockIlustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi siapkan 11 dari 14 pasar tradisional yang ada di Bekasi untuk menerapkan sistem jual beli online.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi Kariman mengatakan, sistem jual beli ini diterapkan untuk mempermudah pembeli agar tidak perlu repot ke pasar sehingga bisa menghindari kerumunan sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Pasar tradisional yang menyediakan sembako lagi ke arah sana (online) untuk memudahkan pembeli dan menghindari kerumunan. Sedang dipersiapkan 11 pasar dari 14 pasar di Kota Bekasi,” ujar Kariman saat dihubungi, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Pendemi Covid-19, Warga Bisa Belanja Barang Pasar Tradisional Via Ponsel

Kariman mengatakan, saat ini sudah ada tiga pasar tradisional di Bekasi yang telah menerapkan sistem jual beli online.

Tiga pasar yang telah menerapkan jual beli online itu, yakni Pasar Bantar Gebang, Pasar Harapan Jaya, dan Pasar Kranji Baru.

“Yang sudah beroperasi ada tiga pasar, delapan pasar menyusul. Sejauh ini masyarakat menanggapinya positif,” kata Kariman.

Baca juga: Ini Daftar Pasar Tradisional di Jakarta yang Buka Layanan Belanja Via Ponsel

Kariman menjelaskan, mekanisme pasar sistem jual beli online termasuk mudah. Masyarakat tinggal menghubungi langsung koordinator pedagang di pasar-pasar yang telah menerapkan sistem online.

Nantinya, koordinator pedagang tersebut yang mencarikan kebutuhan masyarakat yanghendak dibeli dan mengantarnya langsung ke rumah.

“Jadi nanti koordinatornya yang cariin dia mau beli apa, nanti si koordinator yang ngurus pemesanannya,” kata Kariman.

Baca juga: Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

Ia mengatakan, saat ini pihak Pemkot tengah mempersiapkan aplikasi jual beli online.

Sehingga, nantinya masyarakat akan jauh lebih mudah jika nantinya hendak memesan barang kebutuhannya lewat aplikasi tersebut.

“Yang sekarang ini dijalani dulu sementara sambil menunggu pembuatan sistem aplikasi online yang sedang dipersiapkan di Diskominfo. Nantinya masyarakat bisa langsung memesan lewat aplikasi itu, jadi warga bisa langsung membandingkan harga-harga kebutuhannya lewat aplikasi itu,” tutur Kariman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, PT KAI Tambah Perjalanan Kereta Api hingga 13 Persen

Libur Panjang, PT KAI Tambah Perjalanan Kereta Api hingga 13 Persen

Megapolitan
Warga Tempuh Jalur Hukum jika PT Khong Guan Tak Bayar Ganti Rugi Akhir Oktober

Warga Tempuh Jalur Hukum jika PT Khong Guan Tak Bayar Ganti Rugi Akhir Oktober

Megapolitan
Warga Korban Banjir Terhambat Cari Nafkah karena Ganti Rugi Belum Dibayarkan PT Khong Guan

Warga Korban Banjir Terhambat Cari Nafkah karena Ganti Rugi Belum Dibayarkan PT Khong Guan

Megapolitan
Petugas Ambulans Demo di Depan Balai Kota, Ini Respons Dinkes DKI

Petugas Ambulans Demo di Depan Balai Kota, Ini Respons Dinkes DKI

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Belum Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak Demo UU Cipta Kerja

Wagub DKI Sebut Belum Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak Demo UU Cipta Kerja

Megapolitan
Pemprov DKI Segera Evaluasi Usulan Pembongkaran Tiang Bekas Proyek Monorel

Pemprov DKI Segera Evaluasi Usulan Pembongkaran Tiang Bekas Proyek Monorel

Megapolitan
63 Rumah Warga di Babelan, Bekasi Diterjang Angin Puting Beliung

63 Rumah Warga di Babelan, Bekasi Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
Penertiban Rumah di Bantaran Kali Seharusnya Tak Pandang Bulu

Penertiban Rumah di Bantaran Kali Seharusnya Tak Pandang Bulu

Megapolitan
AirAsia Indonesia Digugat Karyawan karena Tak Beri Gaji 6 Bulan

AirAsia Indonesia Digugat Karyawan karena Tak Beri Gaji 6 Bulan

Megapolitan
Tenggak Miras Oplosan Saat Perayaan Ulang Tahun, 2 Pemuda di Depok Tewas

Tenggak Miras Oplosan Saat Perayaan Ulang Tahun, 2 Pemuda di Depok Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Masih Ada di Zona Merah Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes

Kabupaten Bekasi Masih Ada di Zona Merah Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes

Megapolitan
Belajar dari Bioskop Luar Negeri, Cinepolis Yakin Klaster Bioskop Bisa Dihindari

Belajar dari Bioskop Luar Negeri, Cinepolis Yakin Klaster Bioskop Bisa Dihindari

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Airin Akui Peran Satgas RT/RW Belum Maksimal

Kasus Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Airin Akui Peran Satgas RT/RW Belum Maksimal

Megapolitan
Imbau Warga Tak ke Luar Kota Saat Libur Panjang, Wagub DKI: Jangan Sampai Kasus Covid-19 Naik Lagi

Imbau Warga Tak ke Luar Kota Saat Libur Panjang, Wagub DKI: Jangan Sampai Kasus Covid-19 Naik Lagi

Megapolitan
Pemkab Bekasi Akan Limpahkan Kasus Pembuang Sampah di Kalimalang ke Pengadilan

Pemkab Bekasi Akan Limpahkan Kasus Pembuang Sampah di Kalimalang ke Pengadilan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X