RS Depok Potensial Over Kapasitas Tangani Covid-19, IDI Usul Kolaborasi dengan RS Swasta

Kompas.com - 06/04/2020, 17:19 WIB
Salah satu loket di RSUD Depok, Jalan Muchtar, Sawangan, Depok, Kamis (11/9/2014).
Kompas.com/Laila RahmawatiSalah satu loket di RSUD Depok, Jalan Muchtar, Sawangan, Depok, Kamis (11/9/2014).


DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Depok, Alif Nuryanto mengungkapkan, ada kemungkinan rumah-rumah sakit di Depok keteteran menangani kasus Covid-19.

Hal ini disebabkan karena belum siapnya rumah-rumah sakit itu dalam hal fasilitas dan kapasitas.

"Saat ini, rumah sakit rujukan di Depok itu ada di RS Brimob, RS UI tapi tidak semua bed, dan RSUD Depok juga tidak semua bed. Kita lihat jumlah penduduk kita berapa?" jelas Alif kepada wartawan, Senin (6/4/2020).

Baca juga: [UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

"Kemudian kita lihat perkembangan ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan), dan positif itu berapa? Kalau dihitung, itu enggak masuk," tambah dia.

Ia menilai bahwa Depok belum terlambat untuk mulai merumuskan langkah mitigasi yang terukur saat ini, sebelum pandemi Covid-19 semakin parah menjangkit seperti di Jakarta.

Alif beranggapan, rencana mitigasi itu harus dilengkapi dengan rencana cadangan atau back-up plan, termasuk bertolak dari pemetaan jumlah serta kemampuan rumah sakit.

Ia juga menawarkan agar rumah-rumah sakit di Depok, termasuk rumah sakit swasta, bersedia bekerja sama untuk mendukung rencana mitigasi Covid-19.

Kerja sama itu bisa dalam rupa dukungan atau bantuan tenaga medis hingga fasilitas. Sayangnya, Alif menilai hal tersebut belum sepenuhnya siap.

"Penularan percepatan itu lebih cepat dibanding kita menyiapkan sesuatu. Karena itu lah, kita mau Depok lebih siap, dengan rumah sakit yang lebih tersentral, seperti RS Brimob yang sekarang kondisinya sudah penuh," jelas Alif

"Tapi nanti kita bisa berkoordinasi dengan IDI, dengan organisasi lain untuk bisa meminta bantuan. Kita punya rumah sakit juga banyak, lebih dari 20 rumah sakit, kenapa kita enggak bisa saling bantu?" tutur dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga 82 RW Zona Merah di Jakarta Diminta Shalat Id di Rumah, Ini Daftarnya

Warga 82 RW Zona Merah di Jakarta Diminta Shalat Id di Rumah, Ini Daftarnya

Megapolitan
Anies Imbau Warga Jakarta Shalat Id di Rumah

Anies Imbau Warga Jakarta Shalat Id di Rumah

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
UPDATE: Tambah 84 Kasus di Depok, 1.219 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 84 Kasus di Depok, 1.219 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kabupaten Bekasi, 4 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kabupaten Bekasi, 4 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Anies Bersyukur Malam Takbiran di Jakarta Berjalan Aman dan Tanpa Kerumunan

Anies Bersyukur Malam Takbiran di Jakarta Berjalan Aman dan Tanpa Kerumunan

Megapolitan
Anies: Terima Kasih Warga Jabodetabek yang Memilih Tidak Mudik

Anies: Terima Kasih Warga Jabodetabek yang Memilih Tidak Mudik

Megapolitan
Arus Lalu Lintas Malam Lebaran di Jalan MH Thamrin Ramai Lancar, Aparat Bersiaga di Bundaran HI

Arus Lalu Lintas Malam Lebaran di Jalan MH Thamrin Ramai Lancar, Aparat Bersiaga di Bundaran HI

Megapolitan
Kawasan Tebet Ramai Didatangi Pembeli Pakaian pada Malam Lebaran

Kawasan Tebet Ramai Didatangi Pembeli Pakaian pada Malam Lebaran

Megapolitan
Larangan Ziarah Kubur Bikin Omzet Penjual Bunga Merosot padahal Sudah Terlanjur Utang

Larangan Ziarah Kubur Bikin Omzet Penjual Bunga Merosot padahal Sudah Terlanjur Utang

Megapolitan
Pantau Protokol Kesehatan Saat Shalat Id, Pemkot Bekasi Kerahkan 13.000 Aparatur

Pantau Protokol Kesehatan Saat Shalat Id, Pemkot Bekasi Kerahkan 13.000 Aparatur

Megapolitan
Hari Ketujuh Larangan Mudik, Pemprov DKI Terima 5.280 Permohonan SIKM

Hari Ketujuh Larangan Mudik, Pemprov DKI Terima 5.280 Permohonan SIKM

Megapolitan
Masjid Keramat Luar Batang Akan Gelar Shalat Id, Kapasitas Hanya 50 Persen

Masjid Keramat Luar Batang Akan Gelar Shalat Id, Kapasitas Hanya 50 Persen

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Minta Warga Laksanakan Shalat Id di Rumah

Wali Kota Jakbar Minta Warga Laksanakan Shalat Id di Rumah

Megapolitan
Jelang Lebaran, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Pasar Anyar

Jelang Lebaran, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Pasar Anyar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X