Kompas.com - 06/04/2020, 17:46 WIB
Beberapa cairan hand sinitizer yang dibuat laboratorium fakultas farmasi Unhas, Kamis (12/3/2020). Dok Humas UnhasBeberapa cairan hand sinitizer yang dibuat laboratorium fakultas farmasi Unhas, Kamis (12/3/2020).


BEKASI, KOMPAS.com - Dua orang penimbun hand sanitizer di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ditangkap polisi, Sabtu (4/4/2020) lalu.

Dua orang yang ditangkap tersebut, yakni HE dan YU.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan.

“Iya ada dua orang yang ditangkap terlibat penimbunan hand sanitizer. Yang HE ditangkap di Taman Sriwijaya, Lippo Cikarang, Cikarang Selatan dan Perumahan Oakwood di kawasan Cikarang Selatan,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Polisi Terapkan Wajib Lapor ke Mahasiswi Penimbun Masker di Tanjung Duren

Dari data yang dibenarkan tersebut, dua orang penimbun ini ditangkap lantaran tidak memiliki ijin edar.

Selain itu, penimbun ini juga menyimpan bahan pokok untuk meracik hand sanitizer dalam jumlah yang banyak.

“Kami tahu dari laporan warga, lalu kami telusuri dan kami tangkap keduanya,” ucap Hendra.

Dari penangkapan HE, Polisi menyita satu box yang berisi ribuan botol kosong untuk wadah hand sanitizer.

Selain itu, polisi juga menyita puluhan jerigen ukuran besar berisi cairan hand sanitizer, 220 plastik kosong, dan dua alat pompa.

Sementara dari tangan YU, polisi menyita 200 jerigen hand sanitizer,48 dirigen alkohol kadar 96 persen, 19 dirigen alkohol 70 persen, 3 rol label, 42 dirigen kosong, sekantong tutup botol, corong dan dua pompa.

Karena perbuatannya, dua orang penimbun ini melanggar Pasal 107 dan Pasal 106 UU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan juncto Permenkes Nomor 62 tahun 2017 tentang izin alat edar kesehatan.

Ancaman hukuman maksimal dari kedua pasal itu yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangerang Pastikan THR untuk ASN Telah Disalurkan

Wali Kota Tangerang Pastikan THR untuk ASN Telah Disalurkan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Pamulang Sudah Diangkut, Jalan Pajajaran Dibuka Kembali

Pohon Tumbang di Pamulang Sudah Diangkut, Jalan Pajajaran Dibuka Kembali

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemilik 64 Kg Ganja di Tanah Abang

Polisi Tangkap Pemilik 64 Kg Ganja di Tanah Abang

Megapolitan
Soal Larangan Mudik di Jabodetabek, Pemkot Tangerang Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal Larangan Mudik di Jabodetabek, Pemkot Tangerang Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Megapolitan
UPDATE 6 Mei: 1.466 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, 3 Orang Meninggal

UPDATE 6 Mei: 1.466 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, 3 Orang Meninggal

Megapolitan
UPDATE 6 Mei: Tambah 6 Kasus di Tangsel, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 6 Mei: Tambah 6 Kasus di Tangsel, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
5 Bus Berangkat dari Terminal Kalideres untuk Melayani Perjalanan Non-Mudik

5 Bus Berangkat dari Terminal Kalideres untuk Melayani Perjalanan Non-Mudik

Megapolitan
Menyambangi Markas Kekaisaran Sunda Nusantara di Depok

Menyambangi Markas Kekaisaran Sunda Nusantara di Depok

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjutkan Senin Pekan Depan

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjutkan Senin Pekan Depan

Megapolitan
Disnaker Kota Tangerang Imbau Karyawan Swasta yang THR-nya Bermasalah untuk Melapor

Disnaker Kota Tangerang Imbau Karyawan Swasta yang THR-nya Bermasalah untuk Melapor

Megapolitan
Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Warga Depok Harus Lampirkan Bukti Otentik Sebelum Buat SIKM di Kelurahan, Ini Syaratnya

Megapolitan
UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

UPDATE 6 Mei: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 905, Pasien Meninggal 20 orang

Megapolitan
Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Pemprov DKI: Pengusaha Wisata Ingin Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2021

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Lebaran Berlaku, Tiga Maskapai Masih Beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Varian Virus Corona dari India Sudah Masuk Tangsel, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X