Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Kompas.com - 06/04/2020, 20:11 WIB
Cawagub DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITACawagub DKI Jakarta dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Misbah Hasan berpendapat, terpilihnya Ahmad Riza Patria sebagai wakil gubernur (wagub) terpilih DKI Jakarta dapat menambal hubungan antara Balaikota dengan Istana yang kerap kurang akur.

Di atas kertas, Misbah menganggap, Riza punya modal untuk itu, berbekal kedekatannya sebagai kader kawakan Partai Gerindra.

Gerindra, salah satu partai pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilgub 2017 lalu, kini diberi jatah 2 kursi di lingkar kekuasaan Presiden RI Joko Widodo.

"Wagub bisa mengambil alih komunikasi antara DKI dengan pemerintah pusat yang kurang baik selama ini, misalnya dalam kasus penanganan banjir, kemacetan, dan penanganan Covid-19 saat ini," kata Misbah melalui keterangan tertulis, Senin (6/4/2020).

Baca juga: UPDATE: Total 2.491 Pasien Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Jakarta Catat 1.232 Kasus

"Pak Riza Patria kan dari Gerindra yang saat ini sudah masuk pemerintahan Jokowi, ini yang musti diperankan lebih strategis, sehingga antisipasi pelemahan ekonomi di DKI dan nasional bisa bersinergi," jelas dia.

Meski begitu, Misbah menyoroti bahwa Riza belum tentu bisa langsung "nyetel" dengan kinerja Anies Baswedan, terutama di masa-masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini.

Butuh upaya lebih untuk menyatukan frekuensi antara Riza dengan Anies, karena keduanya tidak pernah membangun visi-misi secara bersama, sebagaimana Anies dengan Sandiaga Uno ketika menghadapi Pilgub 2017.

Baca juga: Pesan Warga Jakarta untuk Wakil Gubernur Baru DKI Jakarta, Riza Patria

"Tantangan wagub yang baru bergabung di tengah jalan adalah penyamaan persepsi dengan gubernur saat ini dalam menjalankan pemerintahan DKI ke depan, karena visi-misi tidak dibangun bersama," ungkap Misbah.

"Yang perlu dilakukan oleh gubernur dan wagub adalah pembagian peran yang jelas, apalagi di tengah kondisi perekonomian yang mulai mengalami pelemahan karena Covid-19," ujar dia.

Sebagai informasi, pemilihan wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno digelar pada Senin (6/4/2020) mulai pukul 10.00 WIB.

Ahmad Riza Patria dari Gerindra keluar sebagai pemenang, mengalahkan kader PKS Nurmansjah Lubis.

Sebelumnya, Partai Gerindra dan PKS telah mengusulkan Riza dan Nurmansjah sebagai cawagub baru.

Mereka menggantikan dua nama cawagub sebelumnya, yakni kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Gerindra dan PKS mengganti nama cawagub karena nama Agung dan Syaikhu tak kunjung diproses oleh DPRD DKI Jakarta. Padahal, dua nama itu sudah diserahkan ke DPRD pada Maret 2019.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Pengedar Narkoba Ditangkap, Edarkan 75 Kg Ganja Pakai Bungkusan Dodol

7 Pengedar Narkoba Ditangkap, Edarkan 75 Kg Ganja Pakai Bungkusan Dodol

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto | Tukang Becak Meninggal di Atas Becaknya, Reaktif Covid-19

[POPULER JABODETABEK] Polisi Akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto | Tukang Becak Meninggal di Atas Becaknya, Reaktif Covid-19

Megapolitan
Jakarta Catat 4 Kali Lonjakan Kasus Covid-19 Dua Pekan Terakhir, Berikut Datanya

Jakarta Catat 4 Kali Lonjakan Kasus Covid-19 Dua Pekan Terakhir, Berikut Datanya

Megapolitan
Pemprov DKI Susun Peraturan Denda Progresif bagi Pelanggar PSBB

Pemprov DKI Susun Peraturan Denda Progresif bagi Pelanggar PSBB

Megapolitan
6 Sekolah di Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Melanggar SKB 4 Menteri

6 Sekolah di Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Melanggar SKB 4 Menteri

Megapolitan
Sistem Tilang Elektronik di Depok Akan Dipasang dalam 3 Tahap

Sistem Tilang Elektronik di Depok Akan Dipasang dalam 3 Tahap

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, PSI Dorong Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, PSI Dorong Anies Ambil Kebijakan Rem Darurat

Megapolitan
Tawuran Berkali-kali Terjadi di Johar Baru, 4 Orang Ditangkap

Tawuran Berkali-kali Terjadi di Johar Baru, 4 Orang Ditangkap

Megapolitan
Dua Bulan Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 di Depok Melonjak

Dua Bulan Pelonggaran PSBB, Kasus Covid-19 di Depok Melonjak

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Mayoritas Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Mayoritas Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan

Megapolitan
Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Kisah Wartawan Positif Covid-19, Takut OTG sampai Akhirnya Terinfeksi

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus di Depok: Tambah 28 Kasus, Temuan Terbanyak Sejak Pelonggaran PSBB

UPDATE 4 Agustus di Depok: Tambah 28 Kasus, Temuan Terbanyak Sejak Pelonggaran PSBB

Megapolitan
Depok Akan Terapkan Tilang Elektronik Mulai September, Kamera ETLE Dipasang di 2 Lokasi

Depok Akan Terapkan Tilang Elektronik Mulai September, Kamera ETLE Dipasang di 2 Lokasi

Megapolitan
Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Megapolitan
Dishub DKI Jakarta Sebut Ganjil Genap Bikin Volume Lalin Turun 2 Persen

Dishub DKI Jakarta Sebut Ganjil Genap Bikin Volume Lalin Turun 2 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X