Kompas.com - 07/04/2020, 12:07 WIB
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) TOTO SIHONOIlustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Ribuan buruh di Bekasi terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua PERDA KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Jawa Barat Baris Silitonga.

“Kurang lebih ada sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 orang yang terancam di PHK,” ungkap Baris saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Baris mengatakan, ribuan buruh itu terancam kena PHK lantaran produk-produk yang dikerjakan di Indonesia tidak bisa langsung diekspor semenjak pandemi Covid-19.

Baca juga: Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Padahal, rata-rata perusahaan di Bekasi mengambil material dan menjual produksinya ke luar negeri, terutama perusahaan yang bergerak di bidang elektronik dan metal.

“Jadi akibatnya produk yang telah dibuat malah menumpuk di gudang, konsekuensinya produksi harus dihentikan dan pekerja pasti di-PHK,” kata Baris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, PT YIMM pembuat Motor Yamaha telah menghentikan produksinya di Jakarta dan Karawang.

Akibatnya, pabrik vendor PT YIMM yang mayoritasnya ada di Bekasi saat ini telah dirumahkan dan terancam kena PHK.

“Bahkan saat dirumahkan mereka tidak punya penghasilan. Belum lagi pabrik-pabrik garmen dan pabrik-pabrik baja,” kata dia.

Baca juga: Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Oleh karena itu, Baris berharap pemerintah segera menyelesaikan kasus Covid-19 di Indonesia sehingga kegiatan ekspor dan impor barang ini akan diberlakukan normal kembali.

“Harapannya pemerintah fokus menangani Covid-19. Sehingga, kegiatan bisa berjalan dengan normal, barang produksi pun bisa dikirim ke luar negeri kembali,” tutur dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta program Kartu Pra-Kerja diprioritaskan kepada masyarakat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak wabah virus corona (Covid-19).

Ia menyebutkan, pemerintah sudah menaikkan anggaran program ini dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Baca juga: Jokowi Minta Kartu Pra-Kerja Diprioritaskan bagi Korban PHK akibat Covid-19

Penerima manfaat juga bertambah menjadi 5,6 juta orang. Ia meminta penerima manfaat dari program ini diseleksi ketat bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

Selain untuk korban PHK, Presiden Jokowi juga meminta Kartu Pra-Kerja diberikan kepada para pekerja informal dan pelaku usaha mikro kecil menengah.

Pemerintah segera membuka pendaftaran Kartu Pra-Kerja 2020 secara online mulai minggu kedua April.

Para peserta yang terdaftar akan menerima bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk biaya pelatihan dan insentif.

Dana itu akan diterima peserta bertahap dari sebelum hingga pelatihan kerja selesai dilakukan.

Apabila dirinci, manfaat Program Kartu Pra-Kerja 2020 yakni sebesar Rp 3.550.000, terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta dan insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan (untuk 4 bulan).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 45 SD yang Mulai Gelar PTM Terbatas di Kota Tangerang

Daftar 45 SD yang Mulai Gelar PTM Terbatas di Kota Tangerang

Megapolitan
Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Razia Indekos dan Apartemen, 4 Wanita Diduga PSK Terjaring

Satpol PP Tangsel Razia Indekos dan Apartemen, 4 Wanita Diduga PSK Terjaring

Megapolitan
Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Polisi: Bus Ngetem di Halte Ditabrak Bus Belakang yang Tak Direm

Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Polisi: Bus Ngetem di Halte Ditabrak Bus Belakang yang Tak Direm

Megapolitan
Berenang Tengah Malam di Kanal Banjir Barat, Warga Cideng Ditemukan Tewas

Berenang Tengah Malam di Kanal Banjir Barat, Warga Cideng Ditemukan Tewas

Megapolitan
Pemeriksaan Rachel Vennya soal Mobil Bernopol RFS Diundur Besok

Pemeriksaan Rachel Vennya soal Mobil Bernopol RFS Diundur Besok

Megapolitan
Ikut PTM Terbatas Perdana, Begini Respons Murid SDN Pasar Baru 1

Ikut PTM Terbatas Perdana, Begini Respons Murid SDN Pasar Baru 1

Megapolitan
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Sopir Tewas Terjepit

Kecelakaan Dua Bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Sopir Tewas Terjepit

Megapolitan
Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk lalu Tabrak Bus di Depannya

Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk lalu Tabrak Bus di Depannya

Megapolitan
162 Murid SDN Pasar Baru 1 Kota Tangerang Ikuti PTM Terbatas Perdana

162 Murid SDN Pasar Baru 1 Kota Tangerang Ikuti PTM Terbatas Perdana

Megapolitan
Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, 3 Korban Tewas dan 30 Orang Luka-luka

Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, 3 Korban Tewas dan 30 Orang Luka-luka

Megapolitan
45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar PTM Terbatas, Tiap Jenjang Masuk Seminggu Sekali

45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar PTM Terbatas, Tiap Jenjang Masuk Seminggu Sekali

Megapolitan
Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, Ada Korban Tewas

Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, Ada Korban Tewas

Megapolitan
Seorang Pejalan Kaki di Jatinegara Tewas Tertabrak Mobil yang Pengemudinya Ngantuk

Seorang Pejalan Kaki di Jatinegara Tewas Tertabrak Mobil yang Pengemudinya Ngantuk

Megapolitan
Pakai Pelat Hitam Bernopol Genap, Truk Pengangkut Elpiji Ditilang di Jalan Fatmawati

Pakai Pelat Hitam Bernopol Genap, Truk Pengangkut Elpiji Ditilang di Jalan Fatmawati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.