Kompas.com - 07/04/2020, 13:20 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan, Minggu (16/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan, Minggu (16/2/2020)

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan belum mengajukan soal rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan, saat ini Pemkot Tangsel sedang melakukan kajian secara mendalam mengani penerapan PSBB nantinya.

Untuk membahas itu, Pemkot Tangsel membentuk tim kecil yang diketuai oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Baca juga: Disetujui Menkes, PSBB DKI Jakarta Mulai Berlaku Selasa 7 April 2020

"Ini untuk mendalami kajian-kajian yang disampaikan oleh OPD terkait, untuk mengukur sejauh mana PSBB di Tangsel," kata Benyamin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/3/2020).

Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel tak ingin salah langkah dalam memberlakukan PSBB.

Pasalnya, kata Benyamin, banyak yang harus dipertimbangkan mengenai penerapan PSBB.

"Masih menghitung banyak faktor. Jadi sekarang masih dalam penghitungan. Peliburan sekolah, tempat kerja, pembatas kegiatan sosial, keagamaan, kebudayaan dan lainnya," kata dia.

Penerapan PSBB itu mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam Pasal 13 Permenkes itu, ada enam hal yang bisa dibatasi pemerintah daerah.

Keenam poin tersebut yakni mengenai peliburan sekolah, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat umum, kegiatan sosial dan budaya, moda transportasi, dan kegiatan lainnya terkait aspek pertahanan dan keamanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Achmad Soebardjo Mencari Pegawai Pertama Deplu dengan Memasang Iklan

Cerita Achmad Soebardjo Mencari Pegawai Pertama Deplu dengan Memasang Iklan

Megapolitan
Jakarta Jadi Kota Termahal Ke-20 di Dunia, Wagub DKI Heran

Jakarta Jadi Kota Termahal Ke-20 di Dunia, Wagub DKI Heran

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Aturan Buka Puasa di KRL Selama Ramadhan 2021

Aturan Buka Puasa di KRL Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Kejar Target Vaksinasi Lansia, Jemput Bola hingga Pendamping Juga Disuntik Vaksin

Pemprov DKI Jakarta Kejar Target Vaksinasi Lansia, Jemput Bola hingga Pendamping Juga Disuntik Vaksin

Megapolitan
Kubu Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi untuk Klarifikasi Ganti Rugi Kerusakan Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta

Kubu Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi untuk Klarifikasi Ganti Rugi Kerusakan Fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Babak Baru Rencana Revitalisasi Tugu Pamulang: Desain Segera Dibahas hingga Penutupan

Babak Baru Rencana Revitalisasi Tugu Pamulang: Desain Segera Dibahas hingga Penutupan

Megapolitan
Kisah Pedagang Blok C Pasar Minggu, 400 Ayam Dagangan Mati Terbakar

Kisah Pedagang Blok C Pasar Minggu, 400 Ayam Dagangan Mati Terbakar

Megapolitan
Kebakaran Blok C Pasar Minggu, 1.000 Unggas Milik Pedagang Diperkirakan Mati

Kebakaran Blok C Pasar Minggu, 1.000 Unggas Milik Pedagang Diperkirakan Mati

Megapolitan
Nasib Sandi, Protes Dugaan Korupsi Dinas Damkar Depok Berujung Diancam Pemecatan

Nasib Sandi, Protes Dugaan Korupsi Dinas Damkar Depok Berujung Diancam Pemecatan

Megapolitan
Polres Depok Didesak Serius Usut Kasus Biarawan yang Diduga Cabuli Anak-anak Panti

Polres Depok Didesak Serius Usut Kasus Biarawan yang Diduga Cabuli Anak-anak Panti

Megapolitan
UPDATE 13 April: 222 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

UPDATE 13 April: 222 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Gratis, Buku Nikah Hilang atau Rusak Bisa Diurus di KUA

Gratis, Buku Nikah Hilang atau Rusak Bisa Diurus di KUA

Megapolitan
Polres Depok Lanjutkan Kasus Bruder Angelo, Biarawan yang Diduga Cabuli Anak-anak Panti

Polres Depok Lanjutkan Kasus Bruder Angelo, Biarawan yang Diduga Cabuli Anak-anak Panti

Megapolitan
UPDATE 13 April: Kota Bekasi Catat 304 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Wafat

UPDATE 13 April: Kota Bekasi Catat 304 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X