Pemkot Bekasi Pertimbangkan Dampak Ekonomi jika Ajukan PSBB

Kompas.com - 07/04/2020, 17:42 WIB
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (28/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (28/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mempertimbangkan banyak hal untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Salah satu yang jadi pertimbangan adalah kemampuan ekonomi Pemkot Bekasi jika nantinya diterapkan PSBB.

Adapun dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 di Pasal 2 Ayat 2 disebutkan, PSBB harus didasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

“Ini kan ada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang disampaikan oleh Kementerian Sosial, ada yang dari Pak Gubernur (bantuan yang terdampak Covid-). Nah kan masih banyak nih (yang terdampak Covid-19) pasca terjadi penurunan ini ekonomi satu dan lain hal, nah ini kan juga membutuhkan biaya, ini sedang menjadi pertimbangan kita (ajukan PSBB),” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Bekasi, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: Kadishub Tangerang: PSBB di Jakarta Akan Berdampak Pada Transportasi Bus AKAP

Ia mengaku saat ini Kota Bekasi mengalami penurunan pendapatan hingga 70 persen sejak hotel, mall, dan tempat hiburan ditutup lantaran pandemi Covid-19.

Pepen (sapaan Rahmat) khawatir kemampuan anggarannya tidak cukup untuk memenuhi warga Kota Bekasi kalau nanti diterapkan PSBB.

Apalagi saat ini pihak Pemkot Bekasi tengah mempersiapkan anggaran Rp 4,7 miliar untuk bantuan APD bagi tenaga medis yang menangani Covid-19.

“Dirumuskan (anggaran bagi yang terdampak) sudah, tapi itu besar (anggarannya), belum tahu berapa anggarannya, orang baru dirapatin baru dihitung-hitung. Ini lah di satu sisi kita juga sedang fokus pada pembiayaan alat kesehatan, di satu sisi lain kita harus ini kan dengan dana bantuan sosial,” kata dia.

Baca juga: Ikuti Jakarta, Pemkot Bogor Akan Ajukan PSBB

Dengan demikian, pihak Pemkot masih mempertimbangkan matang-matang apakah hanya PSBB yang bisa menekan angka Covid-19 di Kota Bekasi.

Sebab meski PSBB belum diterapkan, Pemkot Bekasi telah menerapkan kebijakan-kebijakan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Megapolitan
Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Megapolitan
Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Megapolitan
Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Megapolitan
Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Megapolitan
Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Megapolitan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Megapolitan
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Megapolitan
Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Megapolitan
Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Benyamin-Pilar Maksimalkan Kampanye Secara Online

Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Benyamin-Pilar Maksimalkan Kampanye Secara Online

Megapolitan
Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Lanjutan Terkait Klaim Temuan Obat Covid-19

Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Lanjutan Terkait Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Konflik Geng Motor di Bintaro yang Tewaskan 1 Orang

Polisi Dalami Motif Konflik Geng Motor di Bintaro yang Tewaskan 1 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X