Kompas.com - 08/04/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi virus corona (COVID-19). KemenkesIlustrasi virus corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan kepada 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin masing-masing sebesar sebesar Rp 1 juta.

Bendara Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar bantuan itu diberikan juga kepada pengemudi ojek atau ojek online (ojol) hingga pedagang kaki lima (PKL).

"Kemampuan anggaran DKI Jakarta sangat kuat, bahkan sampai Rp 87 triliun lebih, harusnya bisa mengurus nasib pengendara ojek/ojol, warung-warung dan PKL sebagai dampak kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," kata Yuke, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Mulai Kamis Ini, Pemprov DKI Distribusikan Bantuan Sembako untuk Warga Ekonomi Rentan

Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan PSBB untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Kebijakan itu akan sangat berimbas bagi pekerja maupun usaha kecil yang mendapatkan uang dengan skema harian.

Soalnya, PSBB akan membuat pola pergerakan masyarakat di luar rumah jadi sangat berkurang.

Yuke melanjutkan, masyarakat dengan kategori miskin dan rentan miskin masih menunggu pengumuman DKI mengenai program bantuan langsung tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fraksi PDI-P DPRD DKI mendukung jika Pemprov DKI memperbarui atau recofusing anggaran untuk difokuskan pada penanganan Covid-19.

"Kami dari Fraksi PDI Perjuangan siap membantu dalam pembahasan maupun posting anggaran terkait rehab total dan penyertaan modal daerah (PMD) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19 dulu," kata dia.

Pemprov DKI menyebutkan, 3,7 juta warga Ibu Kota harus diberi bantuan. Mereka adalah warga miskin ataupun rentan miskin.

Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Sosial telah menyepakati besaran yang akan diberikan yaitu sebesar Rp 1 juta per keluarga.

Pemprov DKI sendiri memiliki tanggung jawab tetap memberikan bantuan kepada 1,1 juta waga. Sementara pemerintah pusat memberikan bantuan kepada 2,6 juta warga yang rentan miskin.

Pemerintah pusat akan menggelontorkan anggaran Rp 4,57 triliun kepada 2,6 juta warga selama April dan Mei. Dengan demikian bantuan dari pemerintah pusat hanya sekitar Rp 880.000 per keluarga.

Namun Pemprov DKI Jakarta akan menambahkan bantuan itu sebesar Rp 120.000 sehingga setiap keluarga genap mendapatkan Rp 1 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap di Jakarta

Daftar Kendaraan yang Dikecualikan dalam Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Simak 13 Lokasi Ganjil Genap di Jakarta yang Berlaku Mulai Hari Ini

Simak 13 Lokasi Ganjil Genap di Jakarta yang Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kronologi Rumah Ambruk di Kalideres | Anak Korban Ambruknya Rumah di Kalideres Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

[POPULER JABODETABEK] Kronologi Rumah Ambruk di Kalideres | Anak Korban Ambruknya Rumah di Kalideres Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Megapolitan
Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Keluhan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tes PCR Mahal dan Sulit Akses PeduliLindungi

Megapolitan
Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Janji Kampanye Cetak Wirausaha Baru, Anies: Alhamdulillah Target Tidak Tercapai, tetapi Terlampaui...

Megapolitan
Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Hasil Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Dapat Keluar 3 Jam Setelah Pengambilan Sampel

Megapolitan
Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Cerita Andriawan Soal Pesan Terakhir Ibunya yang Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres

Megapolitan
Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Remaja Palak Sopir Truk di Kalideres, Polisi: Alasannya Buat Beli Rokok dan Nasi

Megapolitan
Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Puslabfor Polri Olah TKP Rumah di Kalideres yang Ambruk hingga Tewaskan Ibu dan Anak

Megapolitan
Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Megapolitan
Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Ibu dan Adiknya Tewas Tertimpa Rumah Ambruk di Kalideres, Andriawan: Saya Cuma Bisa Pasrah...

Megapolitan
Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Rumah Ambruk di Kalideres, Anak Korban Sempat Ikut Mencari Jasad Ibu dan Adiknya

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

PPKM Level 2 di Jakarta, Pembatasan Kapasitas Penumpang KRL Masih Berlaku

Megapolitan
Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Anies Bahas 5 Program Kolaborasi Bersama PBB

Megapolitan
Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Kebakaran Landa Pasar Kalideres, 60 Kios Pedagang Hangus Dilalap Api

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.