Hakim Kembalikan Sertifikat Tanah ke Tetangga yang Tipu Nenek Arpah di Depok

Kompas.com - 08/04/2020, 18:17 WIB
Sidang lanjutan kasus penipuan terhadap Nenek Arpah (69) digelar di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (12/2/2020), dengan agenda pemeriksaan saksi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSidang lanjutan kasus penipuan terhadap Nenek Arpah (69) digelar di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (12/2/2020), dengan agenda pemeriksaan saksi.

DEPOK, KOMPAS.com - Majelis Hakim memutuskan mengembalikan sertifikat tanah yang jadi alat bukti kasus penipuan terhadap Nenek Arpah, seorang lansia buta aksara di Beji, Depok, Jawa Barat, kepada terdakwa Abdul Kadir Jailani dalam sidang pembacaan vonis hari ini, Rabu (8/4/2020).

Jaksa Penuntut Umum sebelumnya menuntut agar barang bukti sertifikat tanah nomor 8198 yang sebelumnya atas nama Arpah (kemudian dibalik nama oleh AKJ) dikembalikan pada Arpah.

Namun, Majelis Hakim punya pertimbangan lain, bahwa urusan kepemilikan sertifikat tanah merupakan ranah perdata, bukan pidana.

Baca juga: Terdakwa Penipuan Nenek Arpah di Depok Divonis 8 Bulan Penjara

"Perkara kepemilikan sertifikat tanah bertentangan dengan Hukum Acara Perdata dan diselesaikan dalam ranah perdata. Barang bukti tersebut dikembalikan kepada terdakwa (Kadir)," ungkap Hakim Ketua, M. Iqbal dalam amar putusannya.

Menanggapi hal ini, salah satu penasihat hukum Arpah, Danil, mempertanyakan keputusan itu.

Menurut dia, Majelis Hakim seharusnya mengembalikan serifikat tanah yang menjadi alat bukti itu kepada Arpah selaku pemilik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya berpendapat, karena di sini unsur penipuan sudah terbukti, seharusnya sertifikat itu dikembalikan kepada Bu Arpah," ujar Danil kepada wartawan, Rabu.

"Ini agak kontradiktif. Yang satu, unsurnya (penipuan) terpenuhi, tapi kok sertifikatnya sebagai alat bukti yang utama tidak dikembalikan kepada Bu Arpah melainkan kepada Abdul Kadir," ujar dia.

Baca juga: Jadi Saksi, Nenek Arpah Menangis dalam Sidang Saat Dicecar Pengacara Tetangganya

Abdul Kadir Jailani, divonis 8 bulan atas penipuannya terhadap Nenek Arpah, melalui sidang yang digelar secara teleconference di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Depok, Rabu.

Vonis ini jatuh setelah Majelis Hakim menyepakati bahwa AKJ telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan terhadap bidang tanah seluas 103 meter persegi yang tidak dijual Arpah, namun diklaim oleh AKJ.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendara Kawasaki Ninja Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Kembangan

Pengendara Kawasaki Ninja Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Kembangan

Megapolitan
Perlombaan Agustusan Dilarang di Depok, kecuali Virtual

Perlombaan Agustusan Dilarang di Depok, kecuali Virtual

Megapolitan
Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, 9 Orang Luka dan Sesak Napas

Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, 9 Orang Luka dan Sesak Napas

Megapolitan
Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Megapolitan
Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Megapolitan
IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

Megapolitan
Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Megapolitan
Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Megapolitan
Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Megapolitan
Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Megapolitan
Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Megapolitan
Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Megapolitan
Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Megapolitan
Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X