Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Kompas.com - 09/04/2020, 14:40 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat mencoba bilik disinfektan di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Senin (23/3/2020) Dok Humas Pemkot TangerangWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat mencoba bilik disinfektan di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Senin (23/3/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Wali Kota Arief Wismansyah ikut menyiapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek bersama Gubernur DKI Jakarta.

Arief mengatakan, dalam rapat tersebut masih dibicarakan terkait dengan langkah-langkah apa saja yang akan disiapkan untuk penerapan PSBB ke depannya.

"Dalam persiapan langkah-langkah," kata dia kepada wartawan di Tangerang, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Arief mengatakan, pembahasan tersebut melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten dan beberapa pimpinan daerah di Jabodetabek.

Arief juga mengatakan dalam rapat konferensi jarak jauh melalui panggilan video itu untuk menyamakan persepsi PSBB di wilayah Jabodetabek.

"Menyamakan persepsi menyelaraskan langkah-langkah yang akan dilakukan Jakarta yang pasti akan berdampak ke daerah penyangga ibukota," kata dia.

Baca juga: [HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

Untuk itu, kata Arief, proses PSBB masih terus dipersiapkan dan belum bisa diumumkan ke publik.

"Ini masih terus kita persiapkan," kata dia.

Sebelumnya, Arief juga sudah mengirimkan surat permintaan pengajuan status PSBB untuk wilayah Kota Tangerang.

Surat tesebut dikirim ke Provinsi Banten pada Rabu (8/4/2020) kemarin.

Arief juga berharap, pengajuan status PSBB tersebut diikuti oleh beberapa wilayah yang berdekatan dengan Kota Tangerang seperti Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Tren Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Selama Mei, Grafik Masih Naik Turun

Megapolitan
Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X