Wali Kota Depok Usulkan PSBB di Bodebek agar Pembatasan Angkutan Umum Terintegrasi

Kompas.com - 09/04/2020, 19:32 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Depok Mohammad Idris di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengajukan 2 alternatif usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam berkas usulan PSBB Kota Depok yang telah ia layangkan ke Bandung, Idris menyerahkan keputusan pada Ridwan Kamil, apakah PSBB diterapkan secara eksklusif untuk Kota Depok saja, atau juga meliputi 2 wilayah satelit lain Jakarta, yakni Bekasi dan Bogor.

"Dalam surat tersebut, diusulkan PSBB Kota Depok atau PSBB Wilayah Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi) agar terjalin sinergi kebijakan," ujar Idris melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Ia berujar, skema PSBB terintegrasi ini lebih masuk akal apalagi melihat DKI Jakarta yang telah lebih dulu berstatus PSBB.

Baca juga: Pemkot Depok Klaim Berkas Usulan PSBB Sudah Lengkap

Ia memberi contoh, moda transportasi antara Jakarta dan Bodebek saling terhubung, mulai dari bus, angkot, hingga kereta api, sehingga kebijakan PSBB harus seragam.

"Misalnya dari Jakarta dibatasi penumpang ke arah Depok. Kalau Depok tidak melakukan pembatasan kendaraan kan sama juga bohong," jelas Idris.

"Di sana dibatasi 10, misalnya, sementara kita tidak. Jadi ke sananya tambah banyak lagi, nanti jadi masalah, maka harus terintegrasi," tambah dia.

Idris memang sejak awal berharap agar penerapan PSBB berskala Jabodetabek. Namun, ia tak masalah jika Ridwan Kamil nantinya hanya bisa mengusulkan PSBB Bodebek.

"Minimal Bodebek karena kita Jawa Barat. Bapak Presiden juga sudah bisa mengarahkan sebuah isyarat akan dilakukan PSBB terintegrasi Jabodetabek," tandas dia.

Sebagai informasi, per Kamis (9/4/2020), Pemerintah Kota Depok mengumumkan total 77 kasus positif Covid-19, dengan 11 orang sembuh, dan 8 orang meninggal dunia.

Baca juga: 3.630 Orang Jalani Rapid Test Covid-19 di Depok, 176 Orang Positif

Sebanyak 33 pasien dalam pengawasan (PDP) juga telanjur meninggal sebagai suspect, sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, sejak 18 Maret 2020.

Sementara itu, kini masih ada 540 pasien yang masih diawasi dan 2.002 orang yang tengah dipantau terkait Covid-19.

Pemerintah terus menggaungkan instruksi agar warga tetap bertahan di dalam rumah selama pandemi Covid-19 untuk memutus rantai penularan, kecuali terpaksa keluar rumah untuk kebutuhan mendesak.

Warga diminta menjauhi diri dari kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Megapolitan
Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Bobol Minimarket di Palmerah, Pencuri Gondol Rokok, Kosmetik, dan Uang

Megapolitan
Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Warga Bekasi di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Shalat Jumat di Masjid Mulai Jumat Pekan Depan

Megapolitan
7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

7 Penganiaya Warga Depok yang Ronda Ditangkap, Sempat Berpindah-pindah Kota

Megapolitan
Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Setelah Lebaran, Bertambah 21 Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Tanah Kusir, Diduga karena Sopir Mabuk

Kecelakaan Beruntun di Tanah Kusir, Diduga karena Sopir Mabuk

Megapolitan
Sopir Banting Setir Hindari Motor yang Rem Mendadak, Mobil Terperosok ke Kali

Sopir Banting Setir Hindari Motor yang Rem Mendadak, Mobil Terperosok ke Kali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X