Kompas.com - 10/04/2020, 07:29 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANWali Kota Depok, Mohammad Idris di Crisis Center Corona Balaikota Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020).

Selain para ilmuwan belum menemukan penawarnya, yang mengerikan dari virus SARS-Cov-2 ialah penularannya yang begitu cepat. Setiap kota dipaksa adu gesit dengan penyebaran virus yang pertama diidentifikasi di Wuhan, China ini.

Pemerintah Kota Depok tak menutup mata mengenai peluang pandemi ini menjadi bom waktu di kemudian hari. Meninggalnya 33 suspect Covid-19 dalam 3 pekan merupakan alarm.

Idris mengakui, pihaknya kini tengah berupaya memperluas kapasitas rumah sakit yang ada di Depok. Kabar terakhir, RS Brimob Kelapa Dua direncanakan sanggup menampung 200 pasien pekan depan.

Namun, penambahan kapasitas ini bukan semata menambah jumlah ruang isolasi dan ranjang, melainkan juga menjamin stok kebutuhan obat-obatan serta alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang tentu semakin banyak pula.

Solusi lain, Pemerintah Kota Depok disebut tengah merencanakan rumah singgah khusus bagi para PDP dan orang-orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19.

Baca juga: Mirip Wisma Atlet, Depok Siapkan Rumah Singgah Khusus ODP dan PDP Ringan Covid-19

Pasalnya, saat ini, para ODP dan PDP yang dianggap kesehatannya cukup stabil diarahkan untuk isolasi mandiri di kediaman masing-masing, dipantau secara jarak jauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah ini diambil karena mereka dinilai belum membutuhkan pertolongan medis seurgen PDP berat dan pasien positif, serta untuk mencegah penularan.

“Karena kalau semuanya dimasukkan ke rumah sakit, sulit. Kalau rumah sakitnya pada kosong, sih, ya masuk saja. Lah, ini, untuk orang yang benar-benar sakit saja tempatnya enggak ada, ibaratnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita pada Jumat (3/4/2020) silam.

Idris berujar, rumah singgah khusus ini merupakan alih fungsi dari gedung sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayahnya. Rumah singgah khusus ini disiapkan untuk mereka yang tidak bisa tinggal di rumahnya, karena keterbatasan kondisi keluarganya atau dirinya sendiri.

Ia menaksir, kurang lebih ada 50-100 ruangan yang dapat difungsikan sebagai lokasi penanganan ODP dan PDP ringan di rumah singgah tersebut. Nantinya, akan ada tenaga medis yang siaga di sana.

Selain rumah singgah, Idris juga mengaku tengah serius menggodok Labkesda Kota Depok agar sanggup memeriksa uji swab tenggorokan pasien suspect Covid-19 secara mandiri, berbasis metode PCR.

"Labkesda Kota Depok sebagai laboratorium untuk pemeriksaan swab PCR, saat inisedang tahap persiapan baik dari sarana, prasarana, SDM, dan juga prosedur," kata Idris melalui keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020) malam.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menghadapi kendala dalam mempersiapkan biosafety lab untuk memenuhi syarat pemeriksaan PCR. Berbagai proses terus dijalani agar memenuhi ketentuan standar Kementerian Kesehatan RI.

Semua coba dilakukan selekas mungkin dalam rangka mencegat Covid-19 merambah lebih luas lagi. Kecepatan gerak pengambil keputusan akan sangat menentukan.

Depok dianggap harus mampu menangani sendiri pandemi di wilayahnya, alih-alih mengandalkan Jakarta yang juga tengah kerepotan dan mulai kedodoran.

“Saat ini banyak PDP-PDP (kategori) sedang, yang di rumah-rumah, ditolak di Wisma Atlet dan ditolak di mana-mana. Mereka KTP Depok,” kata Alif Noeriyanto.

“Saya enggak tahu jumlah pastinya berapa yang ditolak di Wisma Atlet, tapi ada. Di Wisma Atlet di tolak, di RSUD Pasar Minggu ditolak, di RSPI (Sulianti Saroso) ditolak karena penuh,” ungkap dia.

Selain 617 pasien di Depok per 9 April 2020, ada 2.002 ODP yang sewaktu-waktu bisa naik statusnya menjadi PDP. Ini belum memasukkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang tembus 608 orang yang bisa menunjukkan gejala pada 1-2 pekan ke depan.

Bom waktu itu entah kapan meletus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

KNKT Selidiki Kasus Kecelakaan LRT di Jakarta Timur, Polisi Siap Bantu

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Megapolitan
Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Megapolitan
Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Megapolitan
Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Megapolitan
Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Megapolitan
Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Megapolitan
Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Megapolitan
Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Megapolitan
Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.