Kompas.com - 10/04/2020, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menggaransi bahwa kerumunan di atas lima orang akan dibubarkan secara persuasif, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta untuk memutus penularan Covid-19.

"Yang kita kedepankan adalah imbauan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada pers pada Jumat (10/4/2020).

"TNI dan Polri sudah masif melakukan patroli skala besar. Mulai dari pagi, siang, sore, dan malam di manapun tempatnya, ada berkumpul minimal lima orang, akan kami bubarkan dengan cara persuasif dan humanis," tambah dia.

Baca juga: Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Sebelum ditetapkan sebagai PSBB, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai pembatasan sosial sejak tiga pekan sebelumnya, namun sifatnya hanya anjuran.

Yusri mengakui, dengan ditetapkannya PSBB di Jakarta, pembatasan aktivitas warga di luar ruang bisa dilakukan secara lebih ketat dengan konsekuensi hukum.

"Dengan diberlakukannya PSBB di Jakarta ini diharapkan ketegasan, pertama, dari aparat kepada pasukannya," ujar dia.

Baca juga: Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Akan tetapi, Yusri menekankan bahwa pengenaan sanksi jadi opsi terakhir jika upaya preventif berupa sosialisasi untuk tak berkerumun serta upaya persuasif untuk membubarkannya, tak mempan.

"Untuk penegakan hukum, bagi kami opsi terakhir, apalagi (dengan) diberlakukannya PSBB di DKI Jakarta ini," ujar dia.

"Ada ketentuan hukum, sanksi yang bisa diterapkan kepada masyarakat yang tidak patuh terhadap PSBB ini, yaitu UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan pasal 93, ancaman 10 tahun penjara dan denda 100 juta," Yusri menjelaskan.

Baca juga: 18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

"Itu adalah opsi terakhir dari kita yang dikeluarkan," tutup dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Megapolitan
Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

Megapolitan
Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Megapolitan
Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan 'Meet and Greet' di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan "Meet and Greet" di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Megapolitan
Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Megapolitan
Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

Megapolitan
Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Megapolitan
Digelar Online dan Offline, Ini Jadwal Misa di Gereja Katedral pada Hari Kenaikan Isa Almasih

Digelar Online dan Offline, Ini Jadwal Misa di Gereja Katedral pada Hari Kenaikan Isa Almasih

Megapolitan
Ketika Beli Minyak Goreng Harus Sertakan Data Diri...

Ketika Beli Minyak Goreng Harus Sertakan Data Diri...

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Komisaris Ancol Undang Giring Tonton Formula E | Pengendara Motor yang Ditusuk di Cikarang Seorang Preman

[POPULER JABODETABEK] Komisaris Ancol Undang Giring Tonton Formula E | Pengendara Motor yang Ditusuk di Cikarang Seorang Preman

Megapolitan
Panitia: Sesi Foto Pebalap Formula E di Monas Tidak untuk Umum

Panitia: Sesi Foto Pebalap Formula E di Monas Tidak untuk Umum

Megapolitan
Tabrakan Beruntun di MT Haryono, 2 Tewas, 4 Orang Dirawat di RS

Tabrakan Beruntun di MT Haryono, 2 Tewas, 4 Orang Dirawat di RS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.