Kompas.com - 13/04/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

DEPOK, KOMPAS.com - Angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP)/suspect Covid-19 di Depok turun pada Minggu (12/4/2020), dari 34 kasus menjadi 31 kasus.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, hal ini terjadi karena 3 kasus di antaranya baru dikonfirmasi sebagai pasien positif Covid-19 pada Minggu.

"Data PDP meninggal hari ini menjadi 31 orang, atau berkurang dari jumlah 34 orang di hari Sabtu kemarin, karena 3 orang yang meninggal (dengan status) PDP hasil swab PCR-nya dinyatakan positif (Covid-19)," ujar Idris melalui keterangan tertulis, Minggu malam.

"Sehingga hari ini datanya dimasukan pada data meninggal pada kasus konfirmasi," tambah dia.

Baca juga: Gubernur Emil: Kota Bogor, Depok, dan Bekasi Terapkan PSBB Maksimal

Dengan demikian, ditambah 1 kematian baru pada Minggu, angka kematian akibat Covid-19 di Depok mencapai 15 orang pada Minggu.

Jumlah ini untuk pertama kalinya melampaui angka kesembuhan pasien Covid-19 yang sudah hampir sepekan stagnan di angka 11 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan penelusuran arsip pemberitaan Kompas.com, terakhir kali Kota Depok mencatat jumlah 31 kematian PDP/suspect Covid-19 yakni pada Rabu (8/4/2020).

Itu artinya, ada 31 orang yang telanjur meninggal tanpa sempat diketahui positif Covid-19 atau tidak.

Kamis (9/4/2020), jumlah kematian PDP/suspect bertambah 2 orang. Terakhir, Depok mencatat kematian PDP/suspect pada Sabtu (11/4/2020), sebanyak 1 orang.

Baca juga: Tangani PDP Sedang dan Berat, RS UI Terima Bantuan APD dan Ambulans

Idris tak membeberkan pasien mana yang baru terkonfirmasi positif Covid-19 ketika telah meninggal dunia, apakah pasien meninggal pada Kamis dan Sabtu, atau pasien yang meninggal sebelum Rabu.

Akan tetapi, peristiwa ini cukup melukiskan, bahwa butuh waktu lama bagi seorang pasien memperoleh kejelasan mengenai statusnya yaitu positif atau negatif Covid-19.

"Status PDP (yang dicatat meninggal) tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," jelas Idris.

Hal ini berimbas pada lambatnya perputaran pasien di rumah-rumah sakit di Kota Depok, karena rumah sakit terpaksa menanti berhari-hari memutuskan penanganan yang tepat bagi pasien, karena hasil tes Covid-19 tak kunjung diumumkan.

Kepada wartawan pada Kamis (9/4/2020) lalu, Idris mengaku tengah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Depok agar mampu melakukan tes Covid-19, sehingga tak bergantung pada Kemenkes.

Namun, hingga hari ini, Labkesda Kota Depok belum dinyatakan siap oleh Kemenkes untuk mengadakan tes Covid-19 dengan cara swab (pengambilan sampel lendir) tenggorokan dan diteliti dengan metode PCR (polymerase chain reaction).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Megapolitan
Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Megapolitan
Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

Megapolitan
UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

Megapolitan
PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

Megapolitan
Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Megapolitan
PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair karena Data Dobel Kemensos, Ini Respons Risma

Megapolitan
Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Terima 47 Aduan soal Pungli, Wali Kota Tangerang: Yang Potong Bansos Kami Tindak

Megapolitan
Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Pemprov DKI Tegaskan Mal Masih Tutup Selama PPKM Level 4 Kecuali untuk Layanan Online

Megapolitan
Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Volume Kendaraan di 3 Gerbang Tol Arah Jakarta Turun Saat PPKM Level 4

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X