Kompas.com - 14/04/2020, 17:06 WIB
Warga menjemur masker berbahan kain di Kampung Anggur, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Kamis (9/4/2020). Untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19, warga kampung anggrek secara swadaya memproduksi masker dan dibagikan kepada masyarakat sekitar. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menjemur masker berbahan kain di Kampung Anggur, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Kamis (9/4/2020). Untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19, warga kampung anggrek secara swadaya memproduksi masker dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kota Tangerang, Ismail mengatakan, meski Kota Tangerang akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), industri tetap diperbolehkan beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut dia, hal itu sudah dibicarakan para pengusaha dengan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah.

"PSBB ini kan perusahaan harus tetap berjalan, kalau PSBB perusahaan nggak berjalan kan repot juga kita kan," ujar dia kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (14/4/2020).

Meski demikian, lanjut Ismail, Pemkot Tangerang memberikan persyaratan dan anjuran yang diterapkan perusahaan. Namun hingga hari ini Ismail belum menerima persyaratan dan anjuran yang dijanjikan Wali Kota Tangerang.

Baca juga: Sejumlah Aturan Jelang Penerapan PSBB di Kota Tangerang

"Selama ini belum kan karena Pergub atau Perwalnya belum turun," ujar dia.

Kompas.com mencoba menghubungi Pemerintah Kota Tangerang terkait Peraturan Wali Kota untuk PSBB khususnya di bidang industri. Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang Buceu Gartina mengatakan, perwal dan pergub masih dibahas untuk tahap finalisasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Finalisas masih berjalan, dan menunggu pergub turun juga," kata Buceu.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah sebelumnya mengatakan, Kota Tangerang sebagai kawasan industri mengizinkan pabrik dan perusahaan terus beroperasi.

Arief mengatakan operasional tetap berjalan dengan memperhatkan ketentuan kesehatan seperti sosial distancing dan anjuran menggunakan alat pelindung diri.

"Mereka harus benar memperhatikan ketentuan atau social distancing di perusahaan," kata dia, Senin kemarin.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Megapolitan
120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

Megapolitan
25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Pasien Covid-19 Makin Banyak, Epidemiolog Sarankan Pemda Buka Selter Isolasi

Megapolitan
Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Kasus Truk Diserbu Rombongan Pengiring Jenazah, Bagaimana Aturan di Jalan?

Megapolitan
BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

BOR di Kota Bogor Capai 77,6 Persen, Bima Arya Minta RS Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung di Sungai Ciliwung di Bukit Duri

Megapolitan
Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Percepat Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas, Pemkot Bogor Minta 50.000 Vial Vaksin Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X