Cegah Kerumunan Warga, Satpol PP Jakarta Timur Sita Meja dan Kursi di Sejumlah Warung Makan

Kompas.com - 15/04/2020, 17:10 WIB
Satpol PP Jakarta Timur menutup paksa sejumlah toko di Jakarta Timur yang masih buka saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (15/4/2020). Dokumentasi Satpol PP Jakarta TimurSatpol PP Jakarta Timur menutup paksa sejumlah toko di Jakarta Timur yang masih buka saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (15/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpol PP Jakarta Timur menutup paksa sejumlah toko di Jakarta Timur yang masih buka saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu (15/4/2020).

Sejumlah toko, seperti toko mainan di Pasar Gembrong hingga toko baju di beberapa kecamatan yang masih buka pun diinstruksikan untuk menutup tokonya.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Timur Badrudin mengatakan bahwa pihaknya juga menyita beberapa barang, seperti kursi dan meja dalam warung makan yang masih buka.

Baca juga: PSBB Bekasi, Restoran dan Tempat Makan Hanya untuk Pesan Antar dan Bawa Pulang

Hal itu dilakukan agar tidak ada warga yang makan di warung makan dan tidak menimbulkan kerumunan.

"Sambil mengimbau, kami dari Satpol PP Jakarta Timur sambil melaksanakan penindakan. Hasilnya cukup lumayan karena ada pelaku usaha mandiri yang kita sita yaitu untuk barang bukti di antaranya seperti ada tempat buat makan, ada meja juga yang kita sita supaya yang bersangkutan itu merasa jera," kata Badrudin saat dikonfirmasi, Rabu.

Badrudin menambahkan, sejumlah pelaku usah mengaku masih ada yang belum tahu informasi harus menutup tokonya saat penerapan PSBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau tidak kita tindak mereka itu masih menganggap sepele Pergub 33 tahun 2020 itu yang sudah kita berlakukan," ujar Badrudin.

Seperti diketahui, Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah memberlakukan PSBB sejak Jumat (10/4/2020) hingga Kamis (23/4/2020).

Tujuannya, untuk memutus rantai penularan Covid-19 yang sampai saat ini jumlah kasusnya terus bertambah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, sektor bahan bahan dan makanan baik restoran maupun warung tetap bisa beroperasi selama pemberlakuan PSBB.

Hanya saja, para pembeli tidak diizinkan untuk menyantap makanan di lokasi. Mereka hanya diizinkan untuk membeli lalu membungkus makanan.

"Tidak diizinkan untuk menyantap makanan di lokasi. Semua makanan diambil dibawa atau tidak dine in, take away bisa menggunakan delivery atau bisa datang ke warung dan dibungkus dan dibawa," ucap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2020) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Megapolitan
Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Megapolitan
Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.